Sahabat Masjid Gelar Pengajian ke-17 di Al Muslimun Bogor

 Sahabat Masjid Gelar Pengajian ke-17 di Al Muslimun Bogor

Bogor (Mediaislam.id) – Komunitas Sahabat Masjid (Sajid) menggelar acara pengajian putaran ke-17 di Masjid Al-Muslimun, Bantarjati, Kota Bogor, Sabtu (16/5/2026). Pengajian yang dihadiri oleh jemaah dari berbagai masjid di Bogor ini dilaksanakan secara terjadwal selepas pelaksanaan kuliah subuh berjamaah.

Acara diawali dengan pemutaran video dokumenter singkat mengenai program sosial keagamaan setempat, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua DKM Masjid Al-Muslimun, H. Alex Zulkarnain.

Dalam sambutannya, Alex menyampaikan komitmen jajaran pengurus untuk terus menghidupkan fungsi sosial masjid sebagai jembatan yang menghubungkan masyarakat mampu dan tidak mampu, serta mengoptimalkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dan program Khalaqah Taman Kakek-Kakek dan Nenek-Nenek (TK) demi membantu problematika ekonomi warga sekitar.

Sesi utama yaitu kajian diisi Pembina Sajid Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, M.S. Dalam kesempatan tersebut, ia membawakan materi mendalam yang fokus pada tema besar bertajuk “Membangun Kemandirian Umat melalui Ekonomi Syariah”.

Mengupas dalil Al-Qur’an Surah An-Nur ayat 37–38, Kiai Didin menjabarkan secara rinci bahwa kejayaan Islam hanya akan terwujud jika umat mampu menyatukan dua kekuatan besar secara bersamaan. Kekuatan yang dimaksud adalah etos kerja ekonomi yang tinggi di luar dan kecintaan yang mendalam untuk tetap memakmurkan ibadah di dalam masjid.

Kiai Didin menegaskan bahwa masjid harus dijadikan sebagai markas utama dan basis perjuangan kolektif umat, sehingga kaum muslimin tidak boleh lagi sekadar menitipkan perjuangannya kepada pihak lain. Beliau menyerukan agar aktivitas ekonomi yang halal, lembaga pendidikan bermutu, hingga fasilitas kesehatan yang kuat, semuanya harus diinisiasi dan digerakkan langsung dari masjid.

Lebih lanjut, ia juga menguraikan keutamaan spiritual luar biasa yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW bagi umat yang hatinya selalu terpaut pada masjid. Orang-orang dengan kriteria ini diberikan garansi khusus oleh Allah SWT berupa naungan perlindungan yang teduh saat berada di Padang Mahsyar kelak pada hari kiamat.

Tidak hanya naungan di akhirat, Kiai Didin menerangkan bahwa Allah SWT juga menjanjikan limpahan rezeki di dunia bagi para pelaku usaha yang tetap mengutamakan salat berjamaah. Merujuk Surah At-Taubah ayat 18, beliau menambahkan bahwa kaum Muslimin yang aktif di masjid juga mendapat kepastian untuk selalu dibimbing di atas jalan petunjuk atau hidayah.

“Sebaik-baiknya harta adalah yang berada di tangan orang baik. Oleh karena itu, orang-orang masjid harus menjadi kelompok yang kuat ekonominya agar bisa mengendalikan pasar seperti para sahabat Nabi terdahulu,” tutur Kiai Didin secara tegas untuk membakar semangat kemandirian jemaah.

Setelah pemaparan materi selesai, jemaah diberikan kesempatan luas untuk melakukan diskusi dan tanya jawab interaktif bersama Kiai Didin mengenai tantangan ekonomi umat. Rangkaian acara pengajian keliling ini kemudian ditutup secara tertib dengan sesi foto bersama serta ramah tamah menikmati hidangan sarapan lontong sayur bersama seluruh pengurus dan jemaah di area masjid. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 + 13 =