Wamenhaj Dahnil: Saudi Vision 2030 Bisa Pangkas Antrean Haji Indonesia
Jakarta (Mediaislam.id)–Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan pemerintah tengah menyiapkan langkah strategis untuk mempercepat keberangkatan jamaah haji Indonesia yang saat ini mencapai 5,7 juta orang dalam daftar tunggu.
Salah satu fokus utama pemerintah adalah mendorong peningkatan kuota haji seiring peluang dari program Saudi Vision 2030 yang menargetkan kapasitas jamaah global hingga 5 juta orang pada 2029–2030.
“Kalau kuota meningkat signifikan, antrean bisa kita pangkas cukup drastis,” ujar Dahnil di Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Saat ini, waktu tunggu keberangkatan haji masih berada di kisaran 26 tahun, meski telah menurun dari sebelumnya yang mencapai 49 tahun. Pemerintah menargetkan masa tunggu tersebut dapat ditekan hingga sekitar 10–13 tahun jika kuota bertambah.
Menurut Dahnil, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan jajaran terkait untuk mencari terobosan konkret guna mempercepat antrean haji.
Selain peningkatan kuota, pemerintah juga menaruh perhatian pada aspek pembiayaan. Reformasi tata kelola keuangan haji menjadi bagian penting agar mampu menopang lonjakan jumlah jamaah di masa mendatang.
Pengelolaan dana haji oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) saat ini tengah dievaluasi, seiring pembahasan revisi regulasi di tingkat pemerintah dan DPR.
“Manajemen dan keuangan harus berjalan beriringan agar keberangkatan jamaah bisa berkelanjutan,” kata Dahnil.
Ia menegaskan, berbagai istilah yang berkembang di publik bukanlah substansi utama kebijakan. Pemerintah, kata dia, tetap berfokus pada upaya mempercepat keberangkatan jutaan calon jamaah yang telah lama menunggu giliran.*
