Gelar Halalbihalal, GMJ Perkuat Komitmen Gerakan Dakwah
Bogor (Mediaislam.id) – Pimpinan dan pengurus Gerakan Muslim Jakarta (GMJ) menggelar kegiatan silaturahim sekaligus halalbihalal di kediaman KH Muhammad Al Khaththath di Kayumanis, Bogor pada Ahad (5/4/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ketua GMJ Ustaz Namrudin yang menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara tersebut. Ia menyebut silaturahim ini juga menjadi momen untuk menjenguk Ustaz Al Khaththath yang telah sekitar dua tahun mengalami sakit stroke.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa berkumpul dan bersilaturahim di rumah guru kita. Semoga beliau diberikan kesehatan dan tetap semangat dalam perjuangan di jalan Allah,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Namrudin menegaskan bahwa halalbihalal merupakan tradisi khas Indonesia yang menjadi sarana untuk saling memaafkan atas segala kesalahan dan kekhilafan.
Ia juga mengajak seluruh anggota GMJ untuk terus menjaga persatuan dan optimisme dalam perjuangan umat. “Kita harus yakin bahwa Islam akan jaya dan kita harus memiliki andil dalam memperjuangkannya. Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa GMJ saat ini tengah dalam proses legalisasi menjadi yayasan agar gerakan dapat berjalan lebih terstruktur dan makin bersemangat. Ia berharap ke depan GMJ tidak hanya berkiprah di Jakarta, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan berskala nasional.
“Pasca Ramadan ini, kita perkuat gerakan agar lebih semangat dan berdampak luas, bahkan harapannya ke depan bisa menjadi Gerakan Muslim Indonesia,” katanya.
Sambutan ditambakan oleh Ustaz Azmil Ilyas, ia mengingatkan pentingnya peran umat Islam dalam amar ma’ruf nahi munkar, serta mengajak untuk tidak diam terhadap berbagai kemungkaran.
“Jangan menjadi ‘setan bisu’. Kita harus berani mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Dan saat ini dimana banyak terjadi kemungkaran menjadi kesempatan kita untuk berjuang menghadapinya,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, turut disampaikan kisah perjuangan Syekh Ahmed Yassin yang berhasil membangun gerakan dalam waktu panjang dengan kesabaran dan keteguhan.
Selain itu, materi terkait thibbun nabawi (pengobatan ala Nabi) juga disampaikan oleh Ustaz Abdussalam. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dengan meneladani pola hidup Rasulullah, seperti berpuasa sunnah, makan sebelum kenyang, serta menghindari stres dengan menjaga kualitas ibadah.
Ia juga memberikan sejumlah anjuran, seperti tidak tidur setelah subuh, menghindari konsumsi air dengan sebaiknya minum air hangat, serta memperbanyak membaca Al-Qur’an khususnya di waktu subuh.
“Kalau kita menjaga pola hidup sesuai sunnah, insyaAllah jasmani dan rohani akan kuat,” jelasnya.
Masih materi dalam bidang kesehatan yang ditambahkan oleh Dr. Ferdinand. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara doa dan ikhtiar dalam menjaga kesehatan.
Ia mencontohkan bahwa hal-hal yang paling penting bagi manusia, seperti udara, justru diberikan secara mudah oleh Allah. Namun, manusia tetap membutuhkan kesadaran untuk menjaga dan mensyukurinya.
“Kalau sakit, kita berdoa. Kesembuhan itu dari Allah, meskipun obatnya sama, tapi kalau Allah tidak berkehendak, kita tidak akan sembuh,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan kisah para nabi, seperti Nabi Musa dan Nabi Ayyub, sebagai teladan dalam menghadapi ujian sakit dengan kesabaran dan doa.
Kemudian dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh Dr. Ferdinand, diikuti seluruh jamaah yang hadir. Dalam doa tersebut, para peserta memohon kebaikan untuk umat, bangsa, serta kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Lebih khusus, Dr. Ferdinand dan jamaah mendoakan untuk kesembuhan Ustaz Al Khaththath agar bisa kembali seperti semula dan bisa kembali berjuang bersama-sama.
Kegiatan ditutup dengan doa dengan sebelumnya dilakukan presentasi dari perwakilan jamaah yang mengenalkan produk Muslim untuk penguatan ekonomi. []
