Bahagianya Anak-Anak Gaza Sambut Ramadhan dengan Lenter
Seorang bocah di Gaza menyambut datangnya Ramadhan dengan lentera. (Foto: FB Dr Muhammad Salah)
Gaza (Mediaislam.id) – Berbagai inisiatif di seluruh Jalur Gaza menghadirkan momen kebahagiaan sederhana bagi anak-anak seiring dimulainya bulan suci Ramadhan di wilayah Palestina tersebut pada Rabu (18/02/2026).
Bagi banyak warga di Gaza, ini menandai Ramadhan ketiga sejak babak terbaru dalam konflik Israel-Palestina meletus pada 7 Oktober 2023. Para penduduk dan seniman berupaya memelihara semangat bulan suci tersebut melalui aktivitas kreatif dan komunal.
Di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Rehan Shorrab (33) mengubah kotak-kotak kardus kosong, yang sebelumnya digunakan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan, menjadi lentera Ramadan berwarna-warni.
“Saya telah kehilangan rumah dan beberapa anggota keluarga, namun saya ingin menghadirkan sedikit kebahagiaan bagi anak-anak yang menderita akibat perang,” ujar Shorrab kepada Xinhua.
“Dia membuat lentera-lentera itu dari kardus, menghiasnya dengan kain-kain yang dikumpulkan secara lokal, memotong, membentuk, dan merangkai setiap bagian secara cermat menjadi pola-pola yang rumit. Beberapa lentera dipajang di luar tenda miliknya agar anak-anak dapat mengambilnya secara gratis, sementara lainnya dijual untuk membantu menopang kehidupan keluarganya yang beranggotakan lima orang.”
“Kebahagiaan yang saya lihat di mata anak-anak tersebut saat mereka membawa lentera mereka memberi saya rasa kepuasan yang tak terlukiskan,” tuturnya.
Terkadang, hanya mendengar seorang anak tertawa membuat saya merasa bahwa semua hal yang telah saya lakukan benar-benar sepadan.
Salah satu anak yang memperoleh manfaat dari karyanya adalah Yasser Bashir, yang menerima lentera secara cuma-cuma.
“Lentera itu membuat kami merasa menjadi bagian dari perayaan tersebut, meski terdapat segala kesulitan di sekitar kami,” ujarnya.
Berbagai upaya serupa juga muncul di Gaza City di Jalur Gaza utara, di mana Hussam Ali membuat lentera dari sisa-sisa logam dan kayu.
“Saya melakukan hal ini untuk anak-anak,” ujar Ali, yang mengundang anak-anak untuk membantu mendekorasi lentera tersebut, membiarkan mereka merangkai kisah dan kenangan mereka sendiri.
