Perlintasan Rafah Beroperasi Kembali
Ilustrasi: Sebuah truk berisi bantuan kemanusiaanhendak memasuki Gaza dari Mesir di perlintasan Rafah pada 24 Februari 2025. [foto: Xinhua]
Gaza (Mediaislam.id) – Perlintasan Rafah di perbatasan Mesir secara resmi kembali beroperasi pada Senin, 2 Februari 2026. Dengan pembukaan itu, sekitar 50 orang diperkirakan akan meninggalkan Gaza dan 50 lainnya akan kembali. Dmeikian dilansir media resmi Mesir, Al Qahera News, Senin (02/02).
Al-Qahera melaporkan bahwa kelompok awal warga Palestina telah tiba di pos perbatasan tersebut.
Sisi Palestina dari pos perbatasan Rafah mulai beroperasi secara percobaan pada Minggu setelah ditutup sepenuhnya selama lebih dari 18 bulan karena pembatasan Israel.
Sekitar 50 warga Palestina diperkirakan akan memasuki Gaza, sementara 150 pasien dan pendamping mereka akan meninggalkan wilayah tersebut untuk perawatan medis di Mesir, menurut media Israel.
Pejabat kesehatan Gaza memperkirakan bahwa sekitar 22.000 pasien menunggu pos perbatasan dibuka kembali sepenuhnya.
Sebagai informasi, Zkionis Israel telah mengendalikan sisi Palestina dari pos perbatasan Rafah sejak Mei 2024, selama aksi genosidannya di Gaza yang dimulai pada Oktober 2023.
Sebelumnya, gerakan perlawanan Islam Palestina, Hamas, pada Ahad (1/2) mengatakan segala hambatan atau persyaratan yang diterapkan Israel terhadap pengoperasian perlintasan Rafah melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Pembukaan kembali perlintasan itu merupakan “hak rakyat Palestina di Jalur Gaza,” ujar Juru Bicara Hamas Hazem Qassem dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa kebebasan bergerak melalui perlintasan itu merupakan “hak yang dijamin oleh seluruh hukum dan resolusi internasional.”
Qassem menyerukan kepada negara-negara mediator dan penjamin gencatan senjata agar memantau perilaku Israel di perlintasan Rafah untuk memastikan Israel tidak memberlakukan pengepungan baru di Jalur Gaza.
Direktur kantor media Hamas di Gaza Ismail Thawabteh menyampaikan dalam sebuah rilis pers bahwa sebanyak 22.000 warga yang terluka dan sakit perlu segera meninggalkan wilayah kantong itu untuk mendapatkan perawatan medis dan lebih dari 18.000 rujukan medis siap untuk dibawa menuju lokasi yang dirujuk.
Thawabteh mengatakan bahwa lebih dari 80.000 keluarga Palestina ingin pulang ke Jalur Gaza, namun tahap pertama pembukaan perlintasan Rafah hanya akan mencakup perjalanan bagi warga yang terluka dan sakit serta para pemegang paspor Mesir.[]
