Haikal Hasan Tegaskan Peran Aktif Indonesia di Board of Peace
Jakarta (Mediaislam.id)–Tokoh nasional Ahmad Haikal Hasan atau Babe Haikal menanggapi keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) dengan menegaskan bahwa langkah tersebut mencerminkan peran aktif Indonesia dalam percaturan global, bukan sekadar menjadi penonton konflik internasional.
Menurut Babe Haikal, Presiden Prabowo Subianto mengambil posisi strategis dengan menempatkan Indonesia sebagai pihak yang terlibat langsung dalam upaya menjaga perdamaian dunia. Bahkan, kata dia, Indonesia siap berperan sebagai penengah yang adil jika diperlukan.
“Presiden Prabowo bukan penonton. Beliau menjadi pemain, bahkan wasit kalau perlu. Dan sebagai wasit, tentu harus menjaga kedua belah pihak secara adil,” ujar Babe Haikal, Rabu (28/1/2026).
Ia menolak anggapan bahwa keterlibatan Indonesia di BoP dimaksudkan untuk membela salah satu pihak tertentu. Menurutnya, penilaian semacam itu keliru dan tidak memahami dasar sikap politik luar negeri Indonesia.
“Jangan dipelintir seolah-olah Indonesia mau membela siapa. Tidak. Ini soal keadilan dan kemanusiaan,” tegasnya.
Babe Haikal juga mengingatkan bahwa sikap tersebut berakar kuat pada konstitusi Indonesia. Ia merujuk pada Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa penjajahan harus dihapuskan karena bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Ia menegaskan, Presiden, Wakil Presiden, dan seluruh pejabat negara telah disumpah untuk menjalankan amanat konstitusi tersebut.
“Kenapa masih diragukan? Kita disumpah demi Allah untuk itu. Indonesia akan menjadi pemain, bukan penonton. Bahkan wasit yang menjaga agar tidak ada lagi yang terzalimi atau menzalimi,” ujarnya.
Babe Haikal menyatakan optimistis bahwa peran aktif Indonesia di Board of Peace merupakan bagian dari proses menuju tatanan dunia yang lebih adil dan damai.
“Ini sedang berjalan. Percayalah,” tutupnya.*
