Partisipasi di CIBF, Indonesia Perkuat Peran Intelektual Islam Global
Paviliun Indonesia di ajang Cairo International Book Fair (CIBF) ke-57 di Mesir.
Jakarta (Mediaislam.id) – Indonesia berpartisipasi dalam ajang Cairo International Book Fair (CIBF) ke-57 di Mesir. Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kehadiran dan kontribusi Indonesia dalam percaturan intelektual Islam global.
“Partisipasi Indonesia dalam CIBF ini merupakan bagian dari upaya pemerintah, terutama Kementerian Agama, untuk memperluas kontribusi Indonesia dalam diskursus intelektual Islam dunia,” kata Perwakilan Kementerian Agama yang juga Pentashih Mushaf Al-Qur’an pada Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ), Asep Rifqi Abdul Aziz, dikutip dari ANTARA, Sabtu (24/01/2026).
Asep menjelaskan, pemerintah Indonesia tidak hanya menampilkan karya ilmiah berupa buku dan produk keilmuan, tetapi juga produk amaliah sebagai praktik nilai keagamaan yang membumi.
“Yang kami hadirkan bukan hanya produk pemikiran, tetapi juga praktik nilai keagamaan yang berorientasi pada kemaslahatan umat,” katanya.
Ia menambahkan keikutsertaan Indonesia tersebut sekaligus bagian dari penguatan ekoteologi di tingkat internasional sebagai implementasi Asta Protas Kementerian Agama.
“Ekoteologi menempatkan harmoni antara Tuhan, manusia, dan alam sebagai fondasi pembangunan dunia yang berkelanjutan,” katanya.
Menurut Asep, keikutsertaan Indonesia didukung berbagai lembaga strategis, yaitu KBRI Kairo, Ditjen Bimas Islam, Ditjen Pendidikan Islam, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), BAZNAS, Badan Wakaf Indonesia (BWI), LPMQ, Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ), Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dan LEMKA.
Kuasa Usaha ad Interim KBRI Kairo, M. Zaim A. Nasution, mengatakan kehadiran Indonesia di CIBF merupakan bagian dari penguatan diplomasi kebudayaan dan keagamaan, sekaligus ruang dialog dan pertukaran pemikiran intelektual.
Zaim mengapresiasi Kementerian Agama atas hadirnya kembali Indonesia pada pameran buku internasional di Mesir setelah sekitar 20 tahun absen.
Menurutnya, partisipasi ini menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran Indonesia dalam forum literasi dan intelektual internasional, mempererat hubungan historis Indonesia–Mesir sekaligus sebagai bentuk penerjemahan kerja sama strategic partnership yang ditandatangani presiden kedua negara pada April 2025 di Kairo.
“Partisipasi ini menandai kebangkitan kembali peran Indonesia dalam forum literasi dan intelektual internasional, sekaligus mempererat hubungan historis, dan kerja sama strategic partnership Indonesia-Mesir,” katanya.
