Maksiat Dianggap “Urusan Gue”, KH Zainuddin MZ: Jika Bencana Datang Semua Kena

 Maksiat Dianggap “Urusan Gue”, KH Zainuddin MZ: Jika Bencana Datang Semua Kena

Jakarta (Mediaislam.id)–Dai fenomenal KH Zainuddin MZ, yang dikenal sebagai Dai Sejuta Umat, pernah mengingatkan masyarakat agar tidak bersikap individualistis dalam menyikapi perbuatan maksiat di tengah kehidupan sosial. Menurut almarhum, anggapan bahwa dosa adalah urusan pribadi dan tidak berdampak pada orang lain merupakan pemahaman keliru yang berbahaya.

Dalam salah satu ceramahnya yang hingga kini masih banyak beredar dan relevan, KH Zainuddin MZ menyoroti sikap sebagian masyarakat yang menolak nasihat dengan dalih kebebasan pribadi.

“Ada orang kalau dinasihati berkata, ‘Biarin aja, yang mabuk gue, yang judi gue, pakai duit-duit gue. Gue main di rumah gue, urusan apa sama orang? Yang zina gue, yang bayar pelacur gue, mau enak mau penyakit urusan gue. Lu ngapa jadi repot,’” ujar KH Zainuddin MZ.

Ia menegaskan bahwa perbuatan maksiat tidak berdiri sendiri sebagai urusan personal, melainkan memiliki dampak sosial dan spiritual yang luas. Untuk memudahkan pemahaman, KH Zainuddin MZ menggunakan perumpamaan tentang sekelompok semut di sebuah pohon jambu air. Menurutnya, ketika satu semut menggigit seseorang dan membuat marah, seluruh sarang bisa ikut dibakar, meskipun tidak semua semut bersalah.

“Iya, yang judi elu, yang zina elu, yang mabuk elu. Tapi judi, zina, mabuk, maksiat Mas! Kalau ini negeri banyak maksiatnya, Allah marah. Kalau Allah marah, turun gempa. Kalau turun gempa, yang mampus bukan elu doang, monyong! Bareng rame-rame!,” tegasnya.

KH Zainuddin MZ menekankan bahwa bencana tidak memilih korban berdasarkan tingkat kesalehan. Orang baik dan orang zalim bisa sama-sama merasakan dampaknya. Karena itu, ia menilai amar makruf nahi munkar sebagai kewajiban sosial yang tidak boleh diabaikan.

“Karena bencana kalau datang, tidak hanya menimpa orang yang zalim. Yang baik-baik akan kena juga jatahnya,” kata KH Zainuddin MZ.

Pesan dakwah tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar tidak bersikap apatis terhadap kemungkaran di lingkungan sekitar, serta menumbuhkan kepedulian kolektif demi menjaga keselamatan bersama.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen − 12 =