Menhaj Gus Irfan Pastikan Kesiapan Layanan Haji 2026

 Menhaj Gus Irfan Pastikan Kesiapan Layanan Haji 2026

Jakarta, Mediaislam.id–Pemerintah menyatakan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 M terus dimatangkan sejak dini untuk memastikan layanan yang berkualitas, aman, dan akuntabel bagi jemaah. Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) menegaskan, seluruh proses persiapan dilakukan secara cermat dan tepat waktu sesuai arahan Presiden.

“Sedini mungkin, secermat mungkin, dan utamanya adalah ketepatan waktu, kualitas layanan, perlindungan jemaah, dan tata kelola yang akuntabel. Kita harus mengawal tata kelola ini sesuai dengan permintaan Presiden, bahwa haji harus dikelola secara transparan dan akuntabel,” ujar Gus Irfan saat Media Briefing Outlook Penyelenggaraan Haji 1447 H/2026 M di UPT Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (8/1/2026).

Menhaj Gus Irfan menjelaskan, kesiapan layanan di Arab Saudi telah menunjukkan progres signifikan. Pemerintah memastikan dua syarikah pelayanan, lokasi Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), serta layanan utama seperti transportasi dan konsumsi yang telah rampung 100 persen. Sementara itu, akomodasi di Madinah telah mencapai 93 persen dan akomodasi di Makkah ditargetkan selesai dalam waktu dekat.

“Transportasi sudah 100 persen, konsumsi sudah 100 persen. Akomodasi Madinah 93 persen, dan Makkah insyaallah dalam waktu seminggu ini bisa segera kita pastikan,” kata Gus Irfan.

Di sektor penerbangan, pemerintah memastikan kepastian jadwal lebih awal dibanding tahun sebelumnya. Maskapai Saudia Airlines dan Garuda Indonesia telah mengajukan jam terbang ke Arab Saudi sehingga risiko kendala penerbangan dapat diminimalkan.

“Penerbangan sudah kita fix-kan jauh-jauh hari. Ini berbeda dengan tahun lalu yang mendekati hari H. Insyaallah penerbangan tidak akan ada kendala yang signifikan,” ujarnya.

Dari sisi dalam negeri, seluruh embarkasi telah disiapkan dengan penambahan dua embarkasi baru, yakni Banten dan Yogyakarta. Embarkasi Yogyakarta menjadi percontohan karena menggunakan hotel sebagai asrama haji tanpa membangun fasilitas khusus.

“Jogja ini agak istimewa karena kita membuka embarkasi tanpa asrama haji. Kita gunakan hotel yang ada dan ini bisa menjadi percontohan ke depan,” jelasnya.

Gus Irfan juga menyoroti kesiapan jemaah dari aspek administrasi dan kesehatan. Tingkat pelunasan biaya haji jemaah reguler dan khusus telah mencapai 96 sekian persen dan ditargetkan segera tuntas. Seluruh jemaah yang melunasi biaya haji juga telah menjalani pemeriksaan istitha’ah kesehatan yang tahun ini dilakukan lebih ketat.

“Tahun ini pemeriksaan istitha’ah kesehatan relatif lebih ketat karena kita mengakomodasi permintaan Pemerintah Saudi. Jamaah harus siap bukan hanya secara mental, tetapi juga secara fisik,” tegasnya.

Selain itu, kesiapan sumber daya manusia juga menjadi fokus. Petugas haji direkrut secara terbuka dan transparan serta dibekali pelatihan intensif selama satu bulan, mencakup kesiapan fisik, pemahaman tugas, fikih haji, hingga kemampuan dasar bahasa Arab.

“Petugas haji adalah perwakilan layanan negara kepada jamaah. Karena itu kita siapkan dengan sungguh-sungguh selama satu bulan penuh,” ujar Gus Irfan.

Dengan rangkaian persiapan tersebut, pemerintah optimistis penyelenggaraan ibadah haji 2026 dapat berjalan lebih tertib, nyaman, dan berkualitas, serta memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × one =