Menlu Spanyol: Situasi Kemanusiaan Gaza Sangat Mengenaskan
Satu keluarga di Jabalia, Gaza, nampak sedang menghangatkan diri dengan menyalakan api di tengah cuaca ekstrem dan musim dingin. [Foto: Anadolu via Getty Images]
Yerusalem (Mediaislam.id) – Pemerintah Spanyol menyebut situasi kemanusiaan di Jalur Gaza sangat mengenaskan. Negar Eropa itu kembali menegaskan dukungannya untuk perdamaian di wilayah tersebut dan penghentian kekerasan Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat.
Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares dala percakapan telepon dengan Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa, pada Jumat (02/01/2026).
Dalam pembicaraan itu, Albares menegaskan dukungan penuh Spanyol terhadap perdamaian permanen di Jalur Gaza serta penghentian kekerasan di Tepi Barat.
Albares menyatakan Spanyol akan terus bekerja sama dengan Otoritas Palestina untuk menjaga keberlanjutan keuangan serta mendukung agenda reformasi yang dijalankan.
Ia juga menyerukan kepada Israel agar segera mentransfer pendapatan pajak Palestina yang selama ini ditahan.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan Palestina, Israel telah menahan hampir 2 miliar dolar AS (sekitar Rp33,4 triliun) pendapatan pajak Palestina sejak 2019. Langkah itu disebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap seluruh perjanjian yang telah ditandatangani.
Dalam pernyataannya, Albares juga menekankan bahwa ekspansi permukiman ilegal Israel harus dihentikan.
Ia menyoroti bahwa tahun 2025 ditutup sebagai periode dengan tingkat ekspansi permukiman tertinggi di Tepi Barat yang diduduki, setelah koalisi sayap kanan Israel menyetujui jumlah permukiman dan proyek perumahan baru dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Pekan ini, Israel kembali menyetujui pembangunan 126 unit rumah bagi pemukim di pos permukiman Sa-Nur, wilayah utara Tepi Barat. Permukiman tersebut sebelumnya dibongkar dibongkar pada 2005 saat penarikan sepihak Israel dari Jalur Gaza.
Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza, menurut Albares, berada pada kondisi yang sangat memprihatinkan. Ia menilai pembatasan terhadap organisasi non-pemerintah tidak dapat diterima dan justru memperburuk keadaan.
Ia juga menegaskan bahwa lembaga-lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa, termasuk Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), harus dapat beroperasi secara bebas di Jalur Gaza maupun Tepi Barat.
Spanyol, lanjut Albares, berkomitmen untuk ikut serta dalam proses rekonstruksi agar masyarakat Jalur Gaza memiliki masa depan di tanah mereka sendiri. [Anadolu]
