Hamas: Pembunuhan Para Pemimpin Tidak Melemahkan Perjuangan

 Hamas: Pembunuhan Para Pemimpin Tidak Melemahkan Perjuangan

Ilustrasi: Sayap militer Hamas, Brigade Al Qassam.

Gaza (Mediaislam.id) – Gerakan Perlawanan Islam Hamas menyatakan duka mendalam atas gugurnya sejumlah pemimpin senior Brigade Izz ad-Din al-Qassam. Dalam pernyataan resminya, Hamas menegaskan bahwa pembunuhan para pemimpin tersebut tidak akan melemahkan ketahanan maupun tekad perlawanan Palestina, melainkan semakin menguatkannya.

Dilansir Pusat Informasi Palestina, Selasa (30/12), Hamas menyebut para pemimpin yang gugur sebagai pahlawan yang syahid dalam Pertempuran Al-Aqsa. Mereka disebut meninggal setelah menempuh perjalanan panjang jihad, perencanaan, persiapan, dan pembangunan kekuatan dalam membela Palestina, rakyatnya, tanah airnya, serta tempat-tempat suci, khususnya Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa.

Hamas mengidentifikasi para komandan yang gugur tersebut, yakni Muhammad Sinwar selaku Kepala Staf Brigade Izz ad-Din al-Qassam yang menggantikan Muhammad Deif; Muhammad Shabana, Komandan Brigade Rafah; Hakam al-Issa, Komandan Departemen Persenjataan dan Layanan Tempur; Raed Saad, Komandan Departemen Manufaktur Militer; serta Hudhaifa al-Kahlout yang dikenal sebagai Abu Ubaida, Komandan Media Militer dan mantan juru bicara Brigade Izz ad-Din al-Qassam.

Gerakan tersebut menyatakan berdiri dengan rasa bangga, hormat, dan kagum atas perjalanan perjuangan para komandan tersebut. Hamas menegaskan bahwa sejak lebih dari tiga dekade lalu di Jalur Gaza, masing-masing tokoh telah memainkan peran penting sesuai bidang, keahlian, dan posisi strategis yang diemban.

Dalam pernyataannya, Hamas menekankan bahwa setiap pemimpin yang gugur merepresentasikan sekolah kepemimpinan dan persiapan militer yang utuh, serta menjadi teladan keteguhan, kemauan yang kokoh, kesetiaan, pengorbanan, dan pengabdian. Para pemimpin tersebut disebut tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip nasional, setia pada pengorbanan para martir, tahanan, dan korban luka, serta selalu berada di garis depan perjuangan.

Hamas menyatakan bahwa para martir gugur dalam keadaan menyatu dengan rakyat Palestina di jantung pertempuran, turut membentuk rangkaian kisah kepahlawanan yang berkesinambungan. Pertempuran Al-Aqsa disebut sebagai episode terbaru yang, menurut Hamas, semakin memperberat tekanan terhadap pendudukan Israel dan mengungkap kerapuhannya.

Gerakan tersebut kembali menegaskan bahwa Pertempuran Al-Aqsa telah mengembalikan perjuangan Palestina ke jalur yang dinilai benar, sekaligus menetapkan tonggak-tonggak baru dalam perjalanan menuju pembebasan dan kepulangan.

Hamas juga menegaskan bahwa kejahatan pendudukan Israel terhadap para pemimpin, simbol, dan rakyat Palestina tidak akan berhasil mematahkan tekad ataupun menghentikan perlawanan dalam melanjutkan perjuangannya.

Menutup pernyataannya, Hamas menegaskan komitmen untuk tetap teguh pada prinsip-prinsipnya, berpegang pada hak-hak nasional Palestina, serta setia pada darah dan pengorbanan para martir hingga seluruh hak tersebut terpenuhi. Tujuan utama yang ditekankan adalah pembebasan tanah air dan berdirinya negara Palestina merdeka dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya. Hamas menyatakan bahwa darah para pemimpin yang gugur akan terus menjadi bahan bakar perjuangan rakyat Palestina serta penerang dalam melanjutkan jalan keteguhan, ketahanan, dan keyakinan. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × four =