Sukamta: Kritik Indonesia ke Israel Bukan Antisemitisme
Jakarta, Mediaislam.id–Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menegaskan bahwa sikap masyarakat Indonesia yang mengecam tindakan Israel terhadap Palestina bukanlah bentuk antisemitisme, melainkan wujud komitmen bangsa Indonesia terhadap nilai anti-penjajahan.
“Sejak awal, pendidikan dan nilai kebangsaan di Indonesia tidak pernah mengajarkan kebencian terhadap etnis atau agama tertentu. Yang diajarkan adalah penolakan terhadap segala bentuk penjajahan, sebagaimana tegas tercantum dalam Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” ujar Sukamta dalam keterangannya yang diterima Mediaislam.id, Rabu (24/12/2025).
Menurutnya, kecaman publik Indonesia terhadap Israel sepenuhnya didasarkan pada praktik penjajahan dan pelanggaran kemanusiaan yang terus berlangsung di Palestina. “Jika Israel tidak ingin dikecam oleh masyarakat dunia, maka seharusnya menghentikan penjajahan atas Palestina,” tegasnya.
Sukamta juga membantah anggapan bahwa Indonesia merupakan negara intoleran atau antisemit. Ia menegaskan bahwa Indonesia adalah negara majemuk yang mengakui enam agama, memiliki ratusan suku bangsa, dan selama ini mampu hidup rukun serta berdampingan secara damai.
“Fakta keberagaman Indonesia justru menunjukkan bahwa antisemitisme tidak tumbuh di negeri ini. Tuduhan tersebut tidak mencerminkan realitas sosial masyarakat Indonesia,” jelasnya.
Terkait wacana intervensi terhadap sistem pendidikan di Indonesia, Sukamta mengingatkan bahwa langkah tersebut justru berpotensi memperkuat sentimen negatif terhadap Israel. Ia menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap upaya memasukkan nilai-nilai yang bertentangan dengan Pancasila, konstitusi, dan budaya bangsa.
“Pendidikan Indonesia harus tetap berdiri di atas nilai Pancasila dan jati diri bangsa. Setiap bentuk intervensi yang bertentangan dengan prinsip tersebut harus ditolak,” pungkas Sukamta.*
