Ira Puspadewi Terinspirasi dengan Surat Ad Dhuha
Ira Puspadewi dan suami menemui KH Didin Hafidhuddin
Bogor (Mediaislam.id) – Mantan Dirut ASDP, Ira Puspadewi mengungkapkan rasa syukurnya karena bisa menghirup udara segar setelah bebas dari ruang tahanan melalui rehabilitasi yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sebagai wujud syukurnya, Ira dan keluarga menghadiri kajian tafsir Al-Qur’an yang diasuh oleh Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MS di Masjid Ibn Khaldun Bogor, Ahad (30/11/2025). Kiai Didin merupakan guru dari keduanya khususnya Zaim Uchrowi (suami Ira), sebelumnya mereka juga pernah melaksanakan ibadah haji bersama-sama.
“Saya bersyukur yang tidak terhingga saat ini bisa menghirup udara bebas, terima kasih kepada presiden yang menggunakan hak istimewanya terhadap perkara kami ini. Ini peristiwa luar biasa dan secara pribadi ini adalah pengalaman spiritual yang nilainya sangat tinggi,” ujar Ira usai kajian tafsir tersebut.
Pengalaman spiritual yang dimaksud, kata Ira, adalah memahami tentang ayat-ayat Al-Qur’an khususnya yang terhubung dengan perjalanan hidupnya. Ia mengungkapkan, di antara ayat-ayat yang dimaksud adalah surat Ad Dhuha.
“Ketika memahami ayat-ayat Ad Dhuha, saya merasa surat ini sangat pas dengan pribadi saya. Karena saya itu anak yatim, saya benar-benar memahami maknanya kurang lebih bahwa Allah tidak akan meninggalkan saya,” ungkap Ira.
“Sejak dahulu saya yatim, tidak memiliki apa-apa karena hidup sulit, lalu Allah menaikkan derajat saya dan memberikan rizki yang banyak. Dahulu saya miskin lalu Allah memberikan kekayaan dan kesejahteraan. Kemudian ketika ada masa kebingungan lalu Allah memberikan petunjuk. Saya berkali-kali baca itu dan saya nangis, oh saya ini sedang bersama Allah,” tambahnya.
Menurutnya, hikmah dari perjalanan hidupnya adalah memperbaiki kondisi spiritual meskipun tidak mudah pada awalnya. “Karena saya juga berproses untuk pada sampai kesadaran seperti ini, maka buat saya sekarang ini harus banyak bersyukur, karena bisa bernafas oksigen saja terkadang kita lupa bersyukur, padahal itu diberikan secara gratis oleh Allah,” tutur Ira.
Terkait rencana ke depan, sementara ini Ira akan menikmati kebebasan dengan melakukan hal yang paling mendasar yaitu kumpul bersama keluarga dan sahabat dengan banyak bersilaturahmi.
“Kemarin banyak sibuk duniawi, sekarang harus menikmati hidup dengan banyak bersyukur dan mendekat kepada Allah, belajar memperkaya batin dengan lebih baik lagi, saya kira ke depannya seperti itu,” ungkap Ira.
Dengan pengalaman hidup yang dijalani, Ira menegaskan bahwa nikmat terbesar itu adalah iman dan kebebasan.
Selain itu, berdasarkan pengalamannya Ira berpesan agar terus semangat dalam perjuangan hidup dan menjadi pribadi yang profesional.
“Hidup itu adalah perjuangan. Kebetulan saya sudah lama berpengalaman bekerja sama dengan perusahaan asing, seharusnya kita itu menjadi pendakwah salah satunya dengan menjadi seorang profesional. Bekerja dengan baik atau bisa lebih baik,” tandasnya. [ ]
