Tangisan Lapar Anak-anak Gaza Kutukan Bagi Dunia
Ilustrasi: Anak-anak Palestina di Gaza.
Gaza (Mediaislam.id) – Aanggota Biro Politik Hamas, Izzat al-Rishq, memperingatkan pihak penjajah Israel terhadap segala risiko penyerbuan Rafah dan melakukan pembantaian dan perang genosida.
Dilansir Pusat Informasi Palestina, Rabu (21/2) Al-Rishq dalam pernyataannya menegaskan kemenangan yang dicari Netanyahu hanyalah sebuah fatamorgana dan hanya ada dalam imajinasinya.
Dia menyebut bahwa Netanyahu berbohong kepada semua orang dan menipu keluarga para sandera dengan mengklaim bahwa mereka dapat dibebaskan dengan cara kekerasan, sementara waktu hampir habis.
Al-Rishq menegaskan, “Ledakan tersebut terjadi dalam menghadapi penjajah sebagai tanggapan terhadap pembatasan umat Islam memasuki Masjid Al-Aqsa selama bulan Ramadhan.”
Mengomentari krisis kelaparan di Gaza dan wilayah utara, Al-Rishq mengatakan, “Tangisan gadis/anak-anak Gaza karena kelaparan adalah hal yang memalukan dan kutukan bagi seluruh dunia.”
Dalam konteks terkait, pada Selasa, gerakan Hamas mengutuk keras penggunaan veto pemerintahan Presiden AS Joe Biden terhadap rancangan resolusi Aljazair di Dewan Keamanan, menuntut gencatan senjata segera karena alasan kemanusiaan dan menolak pemindahan paksa.
Hamas mengatakan dalam salinan pernyataannya yang diterima oleh Pusat Informasi Palestina bahwa mereka menganggap pembatalan gencatan senjata ini merupakan memandulkan kemauan internasional demi melayani agenda penjajah gaya Nazi yang bertujuan membunuh dan mengusir rakyat Palestina.
Pembantaian Terus Menerus
Kementerian Kesehatan di Gaza mengumumkan bahwa pendudukan Israel melakukan 9 pembantaian terhadap keluarga di Jalur Gaza menewaskan 103 orang syahid dan 142 orang luka-luka selama 24 jam terakhir.
Laporan tersebut menegaskan bahwa jumlah korban agresi Israel telah meningkat menjadi 29.195 orang yang mati syahid dan 69.170 orang terluka sejak tanggal 7 Oktober lalu.
Kemenkes menyatakan, “Sejumlah korban masih berada di bawah reruntuhan dan di jalan, dan pasukan pendudukan menghalangi ambulans dan kru pertahanan sipil untuk menjangkau mereka.”
Selain itu, Kementerian Kesehatan di Gaza mengumumkan evakuasi 18 pasien dari Kompleks Medis Nasser ke rumah sakit lapangan, dan 118 pasien masih berada di dalam kompleks tersebut.
sumber: infopalestina
