Wamenhaj: Embarkasi Banten Momentum Bersejarah
Tangerang (Mediaislam.id)–Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan peresmian Embarkasi Haji Provinsi Banten menjadi momentum bersejarah sekaligus pertaruhan besar bagi kementerian dalam penyelenggaraan haji tahun ini.
Penegasan itu disampaikan Dahnil dalam Konsolidasi Perhajian dan Umrah Embarkasi Provinsi Banten di Grand El Hajj, Kota Tangerang, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, keberadaan embarkasi sendiri merupakan mimpi lama para kepala daerah dan masyarakat Banten. Selama ini, calon jemaah haji asal Banten harus masuk ke Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, meski sebagian besar tinggal dekat dengan Bandara Soekarno-Hatta.
“Dari masa ke masa, setiap Wali Kota dan Gubernur Banten pasti punya mimpi agar warganya memiliki embarkasi sendiri. Dan hari ini, berkat perjuangan banyak pihak, Embarkasi Haji Banten bisa melayani langsung masyarakat Banten,” ujarnya.
Sebanyak 8.995 jemaah haji asal Provinsi Banten tahun ini dipastikan berangkat melalui embarkasi tersebut. Dahnil menyebut capaian itu sebagai kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar.
Ia mengakui, tahun ini menjadi momen perdana Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menangani langsung penyelenggaraan ibadah haji setelah sebelumnya berada di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia. Karena itu, ekspektasi publik disebut sangat tinggi.
“Pertanyaannya sederhana, apakah penyelenggaraan haji tahun ini lebih baik dari sebelumnya? Apakah ada perubahan signifikan? Ini ekspektasi umat yang harus kami jawab,” tegasnya.
Dahnil menekankan seluruh jajaran kementerian, termasuk di tingkat wilayah, diminta bekerja ekstra hati-hati dengan prinsip zero tolerance mistake atau tanpa toleransi terhadap kesalahan.
“Satu kesalahan pasti berdampak pada proses lainnya. Karena itu semua tahapan harus benar-benar diperhatikan,” katanya.
Ia juga menambahkan, Asrama Haji Banten menjadi salah satu pilot project karena tingginya trafik jemaah melalui Bandara Soekarno-Hatta yang mencapai sekitar 3.000 hingga 4.000 jemaah per hari.
“Asrama Haji Banten ini adalah salah satu pilot project karena trafik jemaah kita yang melalui Soekarno-Hatta itu tinggi sekali, sekitar 3.000 sampai 4.000 jemaah per hari. Di sini fasilitasnya lengkap, ada miniatur Kakbah, tempat tawaf, dan lintasan sai untuk manasik,” ungkapnya.
Ia mengingatkan keberhasilan atau kegagalan penyelenggaraan haji di Banten, baik saat keberangkatan maupun pemulangan, akan menjadi bagian dari evaluasi besar terhadap kinerja kementerian di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Lebih lanjut, Dahnil menegaskan penyelenggaraan haji bukan hanya tugas satu kementerian, melainkan melibatkan banyak institusi, termasuk Imigrasi dalam pengurusan visa dan paspor ratusan jemaah.
Dengan beroperasinya Embarkasi Haji Banten, pemerintah berharap pelayanan kepada jemaah semakin efektif, efisien, dan lebih baik dibandingkan sebelumnya.*
