Sya’ban Momen Mempersiapkan Diri Menuju Ramadhan
Jakarta (Mediaislam.id) – Sekretaris Komisi Fatwa MUI KH Miftahul Huda mengatakan bulan Sya’ban menjadi momen umat mempersiapkan diri menuju bulan Ramadhan. Persiapan itu dimulai dari fisik, spiritual dan finansial.
Kiai Miftah menekankan persiapan itu perlu dilakukan karena selama bulan Ramadhan rangkaian ibadah sangat padat. Kiai Miftah menambahkan persiapan seperti finansial diperlukan umat agar bisa memperbanyak sedekah di bulan Ramadhan.
“Karena sedekah di bulan Ramadhan pahalanya dilipatgandakan,” kata Kiai Miftah di Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (29/1)
Lebih lanjut, Kiai Miftah mengimbau umat untuk memperbanyak ibadah dan puasa sunnah di bulan Sya’ban. Sebab, di bulan Sya’ban menjadi waktu diangkatnya amal, sehingga yang diangkat adalah amal terbaik.
“Ada satu riwayat bahwa bulan Sya’ban itu waktunya diangkat amal. Amalan hamba itu akan dilaporkan kepada Allah SWT. Kalau di bulan Sya’ban ini (dianjurkan) memperbanyak ibadah dan puasa, kita akan dilaporkan catatan amal yang baik-baik,” sambungnya.
Dalam bulan Sya’ban juga ada momen Nisfu Sya’ban sebagai waktu untuk memperbanyak ibadah. Maka dari itu, malam Nisfu Sya’ban disunnahkan memperbanyak membaca Alquran seperti Surat Yassin sebanyak 3 kali, bersalawat, berdoa dan bersedekah,” sambungnya.
Selain itu, dalam bulan Sya’ban ini menjadi kesempatan terakhir bagi umat mengqadha puasa Ramadhan sebelum. “Terutama bagi perempuan yang memiliki utang puasa karena haid atau nifas, serta bagi laki-lali yang lalai atau lupa,” ungkapnya.
Dia menegaskan bulan Sya’ban menjadi bulan terakhir untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan sebelumnya.
“Di Ramadan banyak amalan ibadah yang menguras tenaga. Di siangnya kita berpuasa, malamnya ada qiyamul lail, salat sunnah tarawih, witir, tahajud, dan memperbanyak tadarus,” pungkasnya.
Dengan memaksimalkan ibadah di bulan Sya’ban, umat Islam diharapkan dapat memasuki Ramadan dengan kesiapan yang lebih matang dan meraih keberkahan secara optimal. []
