Pimpinan Milisi Antek Israel di Gaza Mati
Ilustrasi: Milisi bandit di Gaza yang dipimpin Yasser Abu Shabab (kedua dari kiri)
Gaza (Mediaislam.id) – Pemimpin kelompok milisi bandit bersenjata yang didukung militer Zionis Israel di Gaza tewas saat memediasi perselisihan keluarga. Kabar itu disampaikan kelompok milisi tersebut pada Kamis (04/12/2025) seperti dilansir Arab News.
Kejadian ini menjadi pukulan telak bagi upaya Israel untuk mendukung bandit-bandit di Gaza melawan Hamas.
Yasser Abu Shabab, seorang pemimpin suku Badui yang berbasis di Rafah yang dikuasai Israel di Gaza selatan, dikenal sebagai kepala bandit anti-Hamas paling terkemuka dari beberapa kelompok kecil yang muncul di Gaza selama genosida yang dimulai lebih dari dua tahun lalu.
Kematiannya akan menjadi dorongan bagi Hamas, yang telah mencapnya sebagai kolaborator dan memerintahkan para pejuangnya untuk membunuh atau menangkapnya.
Pasukan Rakyat Gaza mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pemimpinnya meninggal dunia akibat luka tembak saat ia menengahi pertengkaran keluarga. Mereka menepis laporan yang menyatakan bahwa Hamas berada di balik pembunuhannya sebagai “menyesatkan”.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengakui pada Juni bahwa Israel telah mempersenjatai klan-klan yang diklaim anti-Hamas, meskipun Israel hanya mengumumkan sedikit detail lain tentang kebijakan tersebut sejak saat itu.
Kelompok Abu Shabab terus beroperasi dari wilayah Gaza yang dikuasai pasukan Israel sejak Hamas dan Israel mencapai gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat pada 10 Oktober.
Rafah telah menjadi lokasi beberapa kekerasan terburuk selama gencatan senjata.
Warga melaporkan adanya baku tembak di sana pada Rabu, dan Israel mengatakan empat tentaranya terluka. Militer Israel mengatakan pada Kamis bahwa pasukannya telah menewaskan sekitar 40 pejuang Hamas yang terperangkap di terowongan di bawah Rafah.
Pada 18 November, kelompok Abu Shabab mengunggah sebuah video yang menunjukkan puluhan bandit menerima perintah dari wakilnya untuk melancarkan operasi keamanan guna “membersihkan Rafah dari teror,” sebuah referensi yang tampaknya merujuk pada para pejuang Hamas yang diyakini bersembunyi di sana.
Pasukan Rakyat bersumpah untuk melanjutkan jejak Abu Shabab dan untuk “memerangi terorisme” di Gaza, kata kelompok itu.
