Pidato Pembukaan Munas XI, Ketum MUI Soroti Ekonomi Hingga Stabilitas Nasional

 Pidato Pembukaan Munas XI, Ketum MUI Soroti Ekonomi Hingga Stabilitas Nasional

Ketum MUI KH Anwar Iskandar.

“Munas ini harus melahirkan gagasan konkret yang memperkuat ekonomi umat. Sinergi antara ulama dan pengusaha adalah kunci agar umat Islam tidak hanya sejahtera secara spiritual, tetapi juga sejahtera secara ekonomi,” dia.

Lebih lanjut, dia menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara ulama dan negara dalam menjaga stabilitas nasional.

Dia menyebut Kiai Anwar menyampaikan bahwa Indonesia saat ini hidup dalam suasana aman, damai, dan rukun sebuah anugerah besar yang harus dipertahankan.

Menurutnya, stabilitas nasional bukan hanya hasil kerja pemerintah atau aparat keamanan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama, termasuk para ulama dan tokoh masyarakat.

“Ulama harus terus bersinergi dengan pemerintah, dengan tentara, dengan polisi, dan seluruh kekuatan negara untuk menjaga negeri ini tetap dalam keadaan baladun aminah, negara yang aman,” ujarnya.

Kian Anwar menekankan bahwa keamanan merupakan fondasi utama sebelum mewujudkan kesejahteraan. Dia merujuk pada petunjuk Alquran yang menggambarkan bahwa keamanan terlebih dahulu ditegakkan, barulah Allah menjanjikan keberkahan rezeki bagi umat.

“Di atas negara yang aman itulah rezeki dan kesejahteraan dapat terbangun. Karena itu menjaga kedamaian adalah tugas mulia yang harus dilakukan bersama,” ungkapnya.

Selain menyoroti pentingnya stabilitas, Kiai Anwar juga mengajak para ulama untuk mengambil peran aktif dalam memperkuat kehidupan berbangsa.

Dia menilai bahwa Munas XI MUI harus menjadi forum melahirkan gagasan-gagasan strategis yang memperkuat kemitraan ulama dan negara, sekaligus menjawab berbagai tantangan kebangsaan.

“Mari kita bermunas untuk melahirkan pikiran-pikiran positif demi masa depan umat dan bangsa,” katanya.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 2 =