Pidato Pembukaan Munas XI, Ketum MUI Soroti Ekonomi Hingga Stabilitas Nasional

 Pidato Pembukaan Munas XI, Ketum MUI Soroti Ekonomi Hingga Stabilitas Nasional

Ketum MUI KH Anwar Iskandar.

Dia menegaskan, kesejahteraan umat tidak akan tercapai tanpa adanya sinergi yang kuat antara ulama dan pengusaha Muslim.

Kiai Anwar menekankan bahwa kekuatan ekonomi merupakan salah satu pilar utama dalam membangun umat Islam yang mandiri dan sejahtera.

Dia mengingatkan bahwa sejak awal sejarah Islam, Rasulullah Saw telah dicetak melalui pengalaman berdagang, mengelola pasar, dan menjalankan aktivitas ekonomi secara profesional.

“Peradaban Islam mengajarkan bahwa risalah kenabian tidak bisa dilepaskan dari kekuatan ekonomi. Dari sini kita belajar bahwa umat yang kuat adalah umat yang berdaya secara ekonomi,” ujar dia.

Menurut Kiai Anwar, MUI harus menjadi garda terdepan dalam memperkuat kerja sama antara ulama dan pelaku usaha muslim. Sinergi tersebut dinilai sangat penting untuk mendorong lahirnya kekuatan ekonomi umat yang terstruktur, terorganisasi, dan mampu bersaing di tengah tantangan global.

“Omong kosong kita bicara soal kesejahteraan umat tanpa adanya sinergitas yang utuh antara kekuatan-kekuatan bisnis dan kekuatan moral yang dimiliki ulama,” tegasnya.

Dia juga menyoroti bahwa umat Islam sebagai mayoritas memiliki potensi besar untuk membangun kesejahteraan nasional jika kekuatan ekonominya digerakkan secara bersama.

Menurutnya, kesejahteraan umat Islam pada hakikatnya adalah kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, ulama dan pengusaha tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus bekerja dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.

Kiai Anwar juga menyinggung berbagai tantangan ekonomi yang masih dihadapi masyarakat, seperti lemahnya kemandirian, tingginya ketergantungan pada sektor luar, serta kurangnya integrasi antar pelaku ekonomi muslim.

Dia mendorong Munas XI MUI untuk merumuskan kebijakan strategis yang mampu menjawab persoalan tersebut dan mendorong kebangkitan ekonomi umat secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

six − 1 =