Pidato Pembukaan Munas XI, Ketum MUI Soroti Ekonomi Hingga Stabilitas Nasional

 Pidato Pembukaan Munas XI, Ketum MUI Soroti Ekonomi Hingga Stabilitas Nasional

Ketum MUI KH Anwar Iskandar.

Jakarta (Mediaislam.id) – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar, menyampaikan bahwa tema Munas MUI XI “Meneguhkan Peran Ulama untuk mewujudkan Kemandirian Bangsa dan Kesejahteraan Rakyat”, bukan sekadar slogan, melainkan panggilan moral bagi MUI untuk memperkuat kontribusi strategis bagi kemajuan bangsa.

Dia menyebut kemandirian bangsa harus menjadi agenda besar yang diperjuangkan para ulama. Dia menekankan bahwa upaya membangun kemandirian nasional tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Ulama, intelektual, dan seluruh komponen umat Islam harus mengambil bagian secara aktif.

“Kemandirian bangsa ini tidak serta-merta menjadi tanggung jawab pemerintah. Ulama dan para cendekiawan harus merasa memiliki tanggung jawab untuk menjadikan bangsa ini benar-benar mandiri, baik dalam bidang politik, ekonomi, budaya, maupun seluruh aspek kehidupan,” tegas Kiai Anwar Iskandar saat menyampaikan pidato pembukaan Musyawarah Nasional XI di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta, Kamis (20/11/2025).

Baca juga: Munas XI MUI Jadi Momentum Menatap 50 Tahun ke Depan

Kiai Anwar menilai bahwa hingga saat ini Indonesia masih memiliki ketergantungan besar pada berbagai sektor. Menurutnya, harus mendorong ulama untuk memperkuat peran strategis mereka dalam memberikan pandangan, arahan, dan gagasan kebangsaan yang mampu mengurangi ketergantungan tersebut.

Dia menegaskan bahwa ulama adalah moral force yang dapat menjadi motor penggerak kemandirian bangsa.

Lebih jauh, Kiai Anwar mengingatkan bahwa sejarah Islam menunjukkan pentingnya kekuatan dan kemandirian ekonomi umat.

Dia mencontohkan bagaimana Rasulullah Saw dibentuk melalui pengalaman berdagang, mengelola pasar, dan membangun sistem ekonomi yang kuat.

“Risalah kenabian tidak dapat dilepaskan dari kekuatan ekonomi. MUI harus menangkap isyarat ini dan menjadi garda terdepan dalam memperkuat kemandirian umat,” katanya.

Dia menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan pengusaha muslim untuk membangun basis ekonomi yang kuat. Menurutnya, kesejahteraan umat Islam yang sekaligus merupakan kesejahteraan bangsa tidak mungkin terwujud tanpa kekuatan ekonomi yang terorganisir, kompetitif, dan mandiri.

Kiai Anwar juga mengajak peserta Munas XI MUI untuk melahirkan rumusan-rumusan strategis yang dapat mendorong bangsa menuju kemandirian sejati.

Dia berharap Munas kali ini menjadi momentum perumusan kebijakan keumatan dan kebangsaan yang aplikatif dan berdampak nyata.

“Mari kita rumuskan gagasan-gagasan besar yang membawa bangsa ini menjadi negara yang kuat dan mandiri. Ini adalah tugas kita bersama sebagai ulama dan anak bangsa,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen − two =