Pemikiran Kiai Hasyim Asy’ari Relevan Hadapi Tantangan Zaman

 Pemikiran Kiai Hasyim Asy’ari Relevan Hadapi Tantangan Zaman

KH Hasyim Asy’ari

“Mari bersama-sama menjaga komitmen kebangsaan dan memperkuat moderasi beragama melalui dialog yang konstruktif untuk saling memahami dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman,” kata Wapres.

Selanjutnya, ia meminta agar sinergi dan kolaborasi multipihak ditingkatkan untuk memastikan terwujudnya kebebasan beragama rakyat Indonesia sehingga Indonesia tetap menjadi rumah yang damai bagi semua.

Mengakhiri sambutannya, Wapres mengapresiasi upaya IKAPETE yang terus berkontribusi menyebarkan nilai perdamaian di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

“Semoga muktamar ini mampu mentransformasi warisan pemikiran Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asy’ari menjadi upaya dan rekomendasi nyata dalam memerdekakan umat Islam dan bangsa Indonesia dari kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan serta mewujudkan kemaslahatan umat,” ujar Wapres.

Sebelumnya, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang K.H. Abdul Hakim Mahfudz mencatat peran K.H. Hasyim Asy’ari dalam menyatukan umat Islam di tengah masuknya aliran-aliran baru pada awal abad ke-20 diakui sangat penting.

KH Hasyim Asy’ari berupaya menjaga keutuhan umat Islam dengan memegang teguh ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah yang berakar pada mazhab Imam Syafi’i.

Di bawah bimbingannya, NU dan organisasi Islam lainnya mampu bersatu di bawah naungan Majlis Islam A’la Indonesia pada 1937 yang menjadi pondasi persatuan Islam dalam menghadapi kolonialisme dan tantangan ideologi baru.

“Apa yang kemudian bisa kita ambil ibrah dari pergerakan beliau bahwa beliau kemudian menjaga jangan sampai terjadi perpecahan umat Islam,” katanya. [ANTARA]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − seven =