MUI Sumut Gelar Sarasehan Peringatan Maulid Nabi, Hadirkan Tiga Cendekiawan

 MUI Sumut Gelar Sarasehan Peringatan Maulid Nabi, Hadirkan Tiga Cendekiawan

Medan, Mediaislam.id–Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menyelenggarakan Sarasehan Ulama untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, yang berlangsung di Aula MUI Sumut, Jalan Majelis Ulama Nomor 3, Medan. Tiga cendekiawan terkemuka dari Sumatera Utara dihadirkan sebagai narasumber dalam diskusi yang penuh hikmah ini pada Rabu (18/9).

Acara ini dipandu oleh Sekretaris Bidang Pendidikan MUI Sumut, Dr. H. Arifinsyah, dan menghadirkan Ketua Umum MUI Kota Medan, Dr. H. Hasan Matsum, Rektor Universitas Al Washliyah (Univa), Prof. Dr. HM. Jamil, serta Ketua Komisi Fatwa MUI Sumut, Dr. HM. Nasir, Lc., MA, sebagai pembicara utama. Setiap ulama memberikan perspektif yang mendalam tentang sosok Nabi Muhammad SAW, baik dari sisi sejarah, spiritualitas, maupun keteladanan beliau bagi umat.

Dalam paparannya yang berjudul “Sekilas Tentang Keistimewaan Rasulullah SAW,” Ketua MUI Kota Medan, Dr. H. Hasan Matsum, menjelaskan keistimewaan Rasulullah yang merupakan anugerah khusus dari Allah SWT. Beliau menyoroti beberapa kewajiban yang dikhususkan bagi Rasul, seperti salat Duha, salat Witir, dan menyembelih kurban, serta hal-hal yang diharamkan baginya, termasuk menerima zakat dan sedekah serta makan bawang putih dan bawang merah.

“Rasulullah memiliki keistimewaan yang tak dimiliki oleh umat lainnya, termasuk kewajiban yang tidak diwajibkan kepada umatnya. Keistimewaan ini menjadi bagian penting dari keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Dr. H. Hasan Matsum.

Sementara itu, Ketua Komisi Fatwa MUI Sumut, Dr. HM. Nasir, Lc., MA, mengupas hakikat nur Muhammad dalam perspektif ulama hadis dan tasawuf. Ia menjelaskan bahwa nur Muhammad sering dipahami sebagai cahaya kenabian yang menjadi sumber penerangan spiritual bagi umat manusia. Pandangan ini diperkaya dengan referensi dari kitab-kitab hadis dan ajaran tasawuf yang menguraikan aspek-aspek metafisik dari kehidupan Rasulullah.

Di sesi terakhir, Rektor Univa, Prof. Dr. HM. Jamil, memberikan pandangan tentang keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin dan pribadi. Beliau menekankan pentingnya mencontoh perilaku Rasulullah dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, maupun pemerintahan. “Keteladanan Nabi adalah cermin bagi kita semua dalam mengembangkan akhlak yang mulia dan sikap adil dalam segala aspek kehidupan,” jelas Prof. Jamil.

Sarasehan ini tidak hanya memperdalam pemahaman para peserta tentang Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menginspirasi mereka untuk mengamalkan ajaran dan teladan beliau dalam kehidupan sehari-hari. Acara yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat ini menjadi momen penting untuk merajut silaturahim dan meningkatkan kesadaran spiritual, terutama dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.*

Sumber: Muisumut.or.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × five =