Meraih Sakinah dengan Menjeda ‘Scroll’

 Meraih Sakinah dengan Menjeda ‘Scroll’

Ilustrasi: Penggunaan media sosial. [GettyImages]

{وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ} (Padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi [derajatnya]): Artinya, dengan mengalahkan mereka (orang-orang kafir).
{إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ} (jika kamu benar-benar orang-orang yang beriman): Artinya, jika kalian benar-benar beriman.
Kendatipun ayat ini turun pada peristiwa Perang Uhud, bukan berarti semangat ayat ini selesai dan tidak dapat lagi kita gunakan dalam kehidupan selain pada medan perang fisik. Semangat dalam ayat ini sangat relevan dengan fenomena yang terjadi di masyarakat kita saat ini. Kita mungkin tidak berperang langsung dengan kaum kafir musyrikin menggunakan panah dan pedang, namun kita berperang dengan informasi hoaks yang menyebar, banjir berita yang tidak penting, pengalihan isu karena kepentingan politik, sampai buzzer-buzzer yang membuat kebenaran semakin bercampur dengan kebatilan (wal iyadzubillaah).
Ketenangan dalam kondisi ini adalah hal yang langka, betapapun kita menginginkan ketenangan itu karena masifnya informasi yang kita dapatkan membuat saraf-saraf kita kembali tegang. Tentulah hal ini perlu diusahakan dalam rangka kedamaian kehidupan kita (sakinah) dalam menjalankan ritual ibadah dan dalam menjalankan aktivitas dan pekerjaan kita untuk membangun generasi yang lebih baik yaitu generasi yang tidak hanya menonton perkembangan media saat ini apalagi sampai terbawa arus sosial media sehingga kehilangan jati dirinya (Wal iyadzu billah), namun generasi yang dapat memberikan andil positif khususnya untuk dirinya, dan umumnya untuk masyarakat secara luas.
Ayat ini menyebutkan secara implisit bahwa walaupun kita menemukan berita-berita tentang ketidakadilan negeri ini, korupsi, perselingkuhan, sampai korban bencana yang belum kunjung mendapat bantuan dari pemerintah yang membuat kita merasakan huzn (kesedihan) dan wahn (kelemahan), kita harus tetap ingat bahwa sesungguhnya Allah tidak tidur.
Allah melihat semua ini, dan Allah akan menolong kita Maka, janganlah sampai gelisah dan khawatir terhadap berita-berita itu menyebabkan kita lupa akan keimanan kepada Allah tergoyah kemudian kita menjadi lemah karena putus asa melihat (kebakaran informasi) dan rumitnya masalah yang terjadi, namun teguhlah dan tetap yakin karena Allah akan menolong kalian dan akan membalas orang-orang yang zalim selama kalian beriman kepada-Nya. []
والله اعلم بالصواب
*Mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Universitas PTIQ Jakarta. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen − nine =