Mehrdad Akhlaghi, Ahli Rudal Balistik yang Jadi Menhan Baru Iran
Mehrdad Akhlaghi Ketabchi [Press TV]
Ia juga dikenal memiliki keahlian dalam bidang peluncur luar angkasa, roket riset, serta infrastruktur yang berkaitan dengan Pusat Luar Angkasa Imam Khomeini di Semnan. Seluruh elemen ini merupakan komponen krusial dalam perang Iran melawan Israel dan AS.
Bulan ini, juru bicara Kementerian Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Reza Talaei-Nik, menyampaikan kepada para wartawan bahwa pencalonan Akhlaghi mencerminkan kebutuhan Iran untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas senjata strategis, khususnya rudal dan drone.
“Persenjataan ofensif tengah ditingkatkan secara aktif,” ungkap juru bicara tersebut.
Amerika Serikat berulang kali mengeklaim telah menghancurkan sebagian besar kapasitas industri militer Iran. Namun, Teheran bersikeras bahwa mereka masih memiliki kemampuan ofensif dan defensif yang cukup besar di luar jangkauan bom AS dan Israel, di mana persenjataan tersebut telah ditingkatkan berdasarkan pengalaman perang terbaru Iran.
Akhlaghi mengungkapkan kepada para anggota parlemen bulan ini bahwa ia telah melakukan pertemuan dengan para komandan militer senior, termasuk panglima tertinggi IRGC Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi, guna memahami secara lebih mendalam kebutuhan mereka selama dan setelah perang berlangsung.
Prioritas utamanya sebagai menteri pertahanan mencakup percepatan pengembangan industri militer, pertahanan udara, penggabungan teknologi baru melalui perusahaan pemerintah dan sektor swasta, peningkatan kesejahteraan angkatan bersenjata, serta perluasan kerja sama militer internasional.
Dalam komentar perdananya sebagai menteri pertahanan pada Ahad, Akhlaghi melontarkan kecaman keras terhadap pemerintahan Presiden AS Donald Trump, yang bulan ini sempat mengancam akan menggunakan “bom terkuat di dunia” terhadap infrastruktur nuklir dan energi Iran.
“Kami telah melakukan berbagai persiapan dan terus melanjutkan pekerjaan kami dengan tenang,” ujarnya kepada para wartawan. “Presiden AS harus berpikir bagaimana cara mengevakuasi pasukannya keluar dari wilayah kami dalam keadaan utuh. Jika ia menjatuhkan satu bom saja, ia harus melihat berapa banyak tentaranya yang harus ia evakuasi secara horizontal.” [Al Jazeera]
