Makna Jihad Menurut Syara’

 Makna Jihad Menurut Syara’

Ilustrasi

Tidaklah sama antara mu’min yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar. (QS. an-Nisâ’ [4]: 95)

Di dalam ayat ini, nyata sekali bahwa jihad tersebut mempunyai pengertian: keluar untuk berperang, dan hal itu diutamakan ketimbang berdiam diri dan tidak berangkat (berperang). Di antaranya juga terdapat dalam surat at-Taubah ayat-ayat berikut:

Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS. at-Taubah [9]: 41)

Perintah jihad setelah perintah an-nafar —yang nota bene adalah berangkat (berperang)— berarti, bahwa jihad tersebut adalah berperang, dan perjalanan menuju ke medan perang.

Dan apabila diturunkan sesuatu surat (yang memerintahkan kepada orang munafik itu): “Berimanlah kamu kepada Allah dan berjihadlah beserta Rasul-Nya”, niscaya orang-orang yang sanggup di antara mereka meminta izin kepadamu (untuk tidak berjihad) dan mereka berkata: “Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk”. (QS. at-Taubah [9]: 86)

Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang, dan hati mereka telah dikunci mati, maka mereka tidak mengetahui (kebahagiaan beriman dan berjihad). Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan; dan mereka itulah (pula) orang-orang yang beruntung. (QS. at-Taubah [9]: 87-88)

Di antaranya terdapat dalam surat as-Shaff, setelah menyebut peperangan di awal surat:

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (QS. as-Shaff [61]: 4)

Setelah itu, dua ayat: 10 dan 11 dinyatakan; keduanya memberikan motivasi berperang atas nama jihad:

Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya. (QS. as-Shaff [61]: 10-11)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen − 13 =