Ketum: ICMI Harus Mampu Pimpin Inovasi di Sejumlah Sektor
Ketum ICMI Prof. Arif Satria memberikan sambutan saat Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) dan Milad Ke-35 ICMI di Bali, Jumat (05/12/2025).
Jakarta (Mediaislam.id) – Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Arif Satria berharap, dalam usia organisasi genap 35 tahun harus dapat berkontribusi positif terhadap masyarakat lewat inovasi dan keterlibatan di sejumlah sektor.
Pernyataan itu disampaikan Arif Satria dalam pembukaan Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) dan Milad Ke-35 ICMI di Bali, Jumat (05/12/2026).
Arif Satria menggarisbawahi peranan sentral cendekiawan Muslim untuk mendukung pembangunan masa depan bangsa dalam berbagai bidang mulai dari pendidikan, ekonomi dan sosial, hingga kebijakan publik.
“Kita pun saat ini juga sedang mempersiapkan sejumlah sekolah lagi dan salah satu sekolah adalah Insan Cendekia yang ada di Jawa Barat. Kemudian berubah bagaimana kita persiapkan juga dunia pendidikan di usia dini,” kata Arief dalam keterangannya, Sabtu (06/12/2025) seperti dilansir ANTARA.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu mengatakan, investasi terbesar untuk kemajuan ekonomi itu pendidikan usia dini, bukan pendidikan tinggi.
“Hal itu diungkapkan James Hecman seorang peraih Nobel bidang ekonomi, karena itu ICMI tetap memperkuat fokus tersebut,” katanya.
Mantan Rektor IPB University ini juga menyoroti keterlibatan ICMI dalam kehidupan sosial dan masyarakat dituntut lebih dari sebelum-sebelumnya.
Langkah itu penting mengingat Indonesia tengah menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Seiring dengan visi besar tersebut, perubahan teknologi serta lanskap ekonomi juga harus dihadapi.
Ekonomi yang akan bertumpu ke depan, kata dia, ekonomi berbasis pada kekuatan R&D. Pada kekuatan human capital, kekuatan entrepreneurship. “Sehingga tidak bisa lagi kita melulu hanya bergantung pada sumber daya alam,” kata dia.
Akan tetapi, mengacu Global Supply Innovation Index, Indonesia saat ini berada di urutan ke-55. Peringkat tersebut masih berada di urutan ke-6 di Asia Tenggara, kalah telak dengan Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.
“Kaitan dengan inovasi inilah bahwa program-program ICMI yang ada di daerah melalui program Innovation Hub, melalui Insan Cendekia, itu salah satu bentuk bagaimana ICMI mendorong proses hilirisasi inovasi,” kata dia.[]
