Ketua Umum PB Al Washliyah Khatib Idulfitri di BIN
Jakarta (Mediaislam.id)–Ketua Umum Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah (PB Al Washliyah), KH Masyhuril Khamis, dijadwalkan menjadi imam sekaligus khatib Salat Idulfitri 1447 Hijriah di lingkungan Badan Intelijen Negara (BIN), Jakarta, pada 1 Syawal 1447 H atau Sabtu, 21 Maret 2026.
Dalam khutbahnya, Kiai Masyhuril akan mengangkat tema tentang tujuan puasa Ramadan yang menitikberatkan pada pembentukan manusia bertakwa. Ia menegaskan bahwa esensi puasa sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an adalah la’allakum tattaqun, yakni agar umat Islam mencapai derajat ketakwaan.
Menurutnya, ketakwaan tidak dapat dicapai tanpa landasan iman yang kuat dan hakiki. Ia menjelaskan bahwa Islam mengajarkan sikap menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, disertai kepatuhan dan ketaatan dalam menjalankan rukun Islam secara konsisten serta memaknai ajaran agama dengan penuh keistiqamahan.
Selain itu, dalam bagian khutbah lainnya, Kiai Masyhuril yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, akan menyoroti pentingnya menjaga persaudaraan dan integritas dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia menekankan bahwa peran tersebut menjadi fondasi dalam membangun negeri madani, yakni negara yang berperadaban, berilmu pengetahuan, berakhlakul karimah, serta menjunjung tinggi nilai-nilai budaya.
“Untuk itu, kita harus berperan aktif menghantarkan kehidupan masyarakat yang saling menghormati, menghargai, menjunjung keadilan, serta mengedepankan toleransi dan kasih sayang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (20/3/2026).
Dalam khutbahnya, ia juga mengutip sabda Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa tegaknya dunia ditopang oleh empat hal, yakni ilmu para ulama, keadilan para pemimpin, kedermawanan orang kaya, serta doa kaum fakir.
Lebih lanjut, Kiai Masyhuril mengingatkan bahwa nilai persaudaraan dan integritas tidak boleh hanya hadir saat Ramadan dan Idulfitri, melainkan harus menjadi pedoman hidup sehari-hari.
Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan agama dalam membentuk karakter generasi muda, serta perlunya keteladanan nyata dari para pemimpin dan tokoh masyarakat.
“Generasi hari ini sangat membutuhkan contoh yang baik dan benar. Oleh karena itu, pendidikan agama dan keteladanan harus berjalan beriringan,” katanya.
Di sisi lain, Kiai Masyhuril menegaskan bahwa integritas juga menuntut keberanian untuk membela kepentingan rakyat, menjaga persatuan bangsa, serta menyampaikan kebenaran secara jujur.
Ia menambahkan, peran ulama sangat penting dalam menjaga moralitas publik dengan berani menyampaikan mana yang benar dan mana yang salah secara objektif dan bertanggung jawab.
Salat Idulfitri di lingkungan BIN tersebut diperkirakan akan diikuti oleh jajaran pegawai dan keluarga besar institusi, serta sejumlah undangan dari berbagai kalangan.*
