Jutaan Warga Yaman Ikuti Aksi Bela Palestina, Lebanon dan Iran

 Jutaan Warga Yaman Ikuti Aksi Bela Palestina, Lebanon dan Iran

Yaman (Mediaislam.id) – Gelombang solidaritas lintas batas menggema dari Yaman. Jutaan warga memadati jalan-jalan di ibu kota Sana’a dan Provinsi Hodeidah pada Jumat, memperingati Hari Keteguhan Nasional dengan satu pesan kuat: dukungan tanpa syarat untuk Palestina, Lebanon, dan Iran.

Di bawah slogan “Teguh Bersama Palestina, Lebanon, dan Iran… dan Siap untuk Semua Pilihan,” massa mengibarkan bendera Yaman, Palestina, Lebanon, dan Iran, menciptakan lautan warna yang melambangkan persatuan di tengah konflik regional yang kian memanas.

Bagi banyak peserta, aksi ini bukan sekadar demonstrasi politik. Ia adalah ekspresi luka kolektif dan solidaritas kemanusiaan. Seorang peserta, yang datang bersama keluarganya, menyebut kehadirannya sebagai bentuk “tanggung jawab moral” terhadap penderitaan rakyat Gaza yang terus hidup di bawah bayang-bayang serangan.

Di berbagai titik di Sana’a, suara takbir dan slogan menggema, menegaskan penolakan terhadap apa yang mereka sebut sebagai agresi Amerika-Israel terhadap dunia Arab dan Islam. Para peserta menegaskan kesiapan mereka untuk mendukung perjuangan Palestina “hingga kemenangan tercapai.”

Aksi serupa juga berlangsung masif di Provinsi Hodeidah, di mana sedikitnya 317 demonstrasi digelar di berbagai distrik. Spanduk-spanduk yang dibentangkan menegaskan keteguhan rakyat Yaman sekaligus mengecam kegagalan berbagai upaya yang dinilai bertujuan melemahkan mereka.

Dalam orasi dan pernyataan resmi, para demonstran menilai bahwa serangan terhadap Iran dan Lebanon merupakan bagian dari proyek geopolitik yang lebih luas, yang menargetkan kawasan secara keseluruhan. Mereka menegaskan bahwa posisi Yaman tidak bisa netral dalam konflik tersebut.

Massa juga memuji pidato pemimpin revolusi Abdul-Malik Badr al-Din al-Houthi dan kepala Dewan Politik Tertinggi Mahdi al-Mashat, yang dianggap memberikan arah strategis dalam menghadapi tekanan eksternal.

Peringatan ini sekaligus menandai 11 tahun sejak dimulainya agresi pada 26 Maret 2015, yang menurut pernyataan demonstrasi telah menghancurkan infrastruktur dan menargetkan sumber daya negara.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa rakyat Yaman akan tetap bertahan demi kebebasan dan kemerdekaan, sekaligus melanjutkan dukungan mereka terhadap Palestina. Mereka juga memperingatkan Arab Saudi untuk meninjau kembali kebijakan regionalnya.

Pengamat internasional menilai mobilisasi besar ini mencerminkan meningkatnya kemarahan publik terhadap konflik di Gaza. Banyak organisasi global menyoroti bahwa eskalasi kekerasan Israel di wilayah Palestina telah memicu gelombang solidaritas luas, sekaligus kecaman atas dugaan pelanggaran hukum humaniter internasional.

sumber: infopalestina

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × four =