Fenomena Aurora Borealis Menari di Atas Masjid Pertama Indonesia di Kanada Barat

 Fenomena Aurora Borealis Menari di Atas Masjid Pertama Indonesia di Kanada Barat

Edmonton, Alberta (Mediaislam.id)— Sebuah momen langka dan penuh makna tertangkap di langit Kanada Barat pada 20 Januari 2026 pukul 22.30 waktu setempat. Fenomena alam Aurora Borealis tampak menari indah tepat di atas masjid pertama yang dibangun oleh warga Indonesia di wilayah tersebut.

Peristiwa ini menjadikan Masjid Al-Ikhlas Centre sebagai masjid Indonesia pertama yang dihiasi cahaya Aurora Borealis di langit Kanada Barat. Pemandangan yang dikenal sebagai salah satu fenomena alam paling langka dan paling diburu di dunia itu menjadi latar bersejarah bagi berdirinya masjid pertama warga Indonesia di kawasan tersebut.

Fenomena ini telah lama dinantikan oleh para pengurus masjid, bukan sekadar untuk diabadikan, tetapi juga untuk ditunjukkan kepada masyarakat Indonesia dan dunia sebagai bukti bahwa keindahan ciptaan Allah dapat hadir mengiringi perjuangan dakwah Islam di negeri dengan Muslim sebagai minoritas. Kejadian langka ini menjadi pengingat bahwa ikhtiar yang dilandasi niat tulus tidak pernah berjalan sendiri.

“Masjid ini diberi nama Masjid Al-Ikhlas Centre, sebuah masjid yang diinisiasi oleh Komunitas Muslim Indonesia di Edmonton. Nama ini disepakati oleh para jamaah yang telah berjuang selama lebih dari dua tahun dalam proses pembangunan dan penggalangan dana,” ujar Admiral Jahimir, Presiden Indonesian Muslim Community of Edmonton (IMCE).

Ia menyebutkan bahwa penggalangan dana masjid semakin menguat melalui kolaborasi dengan Cinta Quran Foundation yang telah terjalin hampir satu tahun penuh. Kerja sama ini dibangun atas kesamaan visi dan misi dalam meluaskan dakwah Islam serta penguatan nilai-nilai Al-Qur’an.

Berkat sinergi tersebut, proses pembelian properti senilai Rp6,7 miliar akhirnya dapat dilunasi hanya dalam waktu tiga bulan perjuangan penggalangan dana.

“Saat ini, pembangunan Masjid Al-Ikhlas Centre telah memasuki tahap konstruksi dengan progres sekitar 30 persen. Proyek ini berada pada tahap ketiga, meliputi pemasangan sistem HVAC, instalasi mesin penghangat ruangan, perapihan dinding, serta pengerjaan lantai yang harus memenuhi standar bangunan dan melalui proses uji kelayakan sesuai regulasi setempat,” jelas Admiral.

Hingga saat ini, Masjid Al-Ikhlas Centre masih membutuhkan dukungan dana sebesar Rp5,2 miliar untuk menuntaskan pembangunan dan menghadirkan pusat dakwah yang layak bagi Muslim Indonesia di Kanada Barat.

Ke depan, Masjid Al-Ikhlas Centre dirancang untuk menampung hingga 100 jamaah Muslim yang tinggal di Kota Edmonton, Alberta. Lebih dari sekadar tempat ibadah, masjid ini diharapkan menjadi pusat pembinaan iman dan penguatan identitas Islam bagi generasi Muslim, sekaligus menjadi benteng spiritual di tengah derasnya arus liberalisme dan sekularisme di lingkungan sekitar.

Lebih jauh, kehadiran Masjid Al-Ikhlas Centre juga menjadi simbol kebanggaan bagi masyarakat Indonesia. Masjid ini lahir dari partisipasi umat yang menyumbangkan harta terbaiknya sebagai wujud cinta kepada Al-Qur’an dan komitmen terhadap dakwah Islam.
“Sebuah kebanggaan bahwa kontribusi umat Islam Indonesia mampu menghadirkan jejak peradaban dan nilai-nilai Islam yang bermartabat di panggung global,” imbuhnya.

Sementara itu, Ustadz Fatih Karim selaku Dewan Pembina Cinta Quran Foundation menyampaikan bahwa memiliki masjid di bawah aurora merupakan salah satu doanya.

“Sebelumnya kami sempat berdoa agar dapat membangun masjid yang di atasnya ada aurora. Alhamdulillah, tahun ini Allah mengabulkannya. Aurora menari di atas Masjid Pertama Indonesia di Kanada Barat. Ini adalah fenomena indah yang menambah rasa syukur dan semangat kami untuk meluaskan langkah dakwah ke penjuru dunia,” tuturnya.
Hadirnya masjid ini menjadi bukti nyata bahwa dakwah Islam dapat tumbuh dan bersinar di mana pun berada. Sebagaimana Aurora Borealis yang menerangi langit malam Kanada, Masjid Al-Ikhlas Centre diharapkan menjadi mercusuar Islam yang menguatkan dan menjaga iman umat Islam di tanah minoritas.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen − seven =