Delapan Karakter Pendidik: Belajar dari Rasulullah Saw
Ilustrasi: Seorang guru dan muridnya.
Ketujuh, Kepribadian yang Kuat
Syarat bagi seorang pendidik harus mempunyai kepribadian yang kuat, tidak cacat dan diragukan agar berpengaruh terhadap obyek didiknya. Kepribadian yang kuat tidak memerlukan banyak hukuman (sanksi), sebaliknya bisa mencegah terjadinya banyak kesalahan serta mampu menanamkan keyakinan dalam diri.
Rasulullah Saw benar-benar mempunyai kekuatan pribadi, yang bisa beliau gunakan untuk menghujani hati musuh-musuh beliau dengan keyakinan, begitu pertama kali bertemu dengan beliau. Telah dituturkan mengenai sifat beliau, “Orang yang melihat beliau pasti kagum kepada beliau.”
Kedelapan, Percaya Sepenuhnya (Iqtina) pada Tugas Pendidikan
Istilah para pengkaji mengenai sifat ini berbeda-beda. Ada yang menyebutnya dengan: Iman (keyakinan penuh), tetapi ada juga yang menyebutnya dengan: hubb al-amal (cinta pada tugas), dan ada juga yang menyebutnya dengan: iqtina bi al-amal (percaya penuh pada tugas).
Sifat ini merupakan prasyarat yang harus dipenuhi oleh pendidik. Sebab, pendidikan merupakan kontribusi mental dan spiritual. Jika seorang pendidik tidak percaya sepenuhnya dengan tugas pendidikannya, niscaya tidak akan mampu memberikan kontribusi ini. Wallahu a’lam.[]
(Shodiq Ramadhan)
