Cegah Judi Online, Kemenag Siapkan Strategi Pembinaan Remaja lewat Media Sosial

 Cegah Judi Online, Kemenag Siapkan Strategi Pembinaan Remaja lewat Media Sosial

Jakarta (Mediaislam.id)–Kementerian Agama menyiapkan strategi pembinaan remaja yang lebih adaptif melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat peran fasilitator agar layanan BRUS benar-benar memberi dampak nyata bagi remaja.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengatakan, media sosial menjadi ruang strategis untuk menjangkau remaja, terutama Generasi Z dan Generasi Alpha, yang sangat dekat dengan platform digital.

“Fasilitator BRUS diharapkan aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi bagi remaja. Platform seperti TikTok memiliki potensi besar untuk menyampaikan pesan pembinaan yang relevan dan mudah diterima,” ujar Abu Rokhmad saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator BRUS di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Ia menyebut, metode ceramah masih tetap diperlukan dalam pembinaan remaja. Namun, penyampaiannya tidak boleh monoton. Fasilitator didorong menggunakan pendekatan yang kreatif, komunikatif, dan kontekstual agar pesan yang disampaikan dapat terserap secara optimal.

Menurutnya, hampir seluruh remaja saat ini aktif menggunakan media sosial. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi fasilitator BRUS untuk hadir memberikan edukasi positif dan konstruktif melalui konten yang disesuaikan dengan karakter dan bahasa remaja.

Abu juga menyinggung masih maraknya kenakalan remaja, seperti judi online dan pergaulan bebas, yang berpotensi menurunkan kualitas moral, prestasi, hingga masa depan generasi muda. Oleh karena itu, kehadiran konten edukatif di media sosial dinilai penting sebagai upaya pencegahan dan penguatan karakter.

“Melalui konten yang bermanfaat, fasilitator BRUS dapat menanamkan nilai-nilai moral, pengendalian diri, serta pentingnya menjaga pergaulan yang sehat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Bina Keluarga Sakinah, Zudi Rahmanto, menegaskan pentingnya penguatan peran fasilitator BRUS sebagai pendamping utama remaja di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan lingkungan digital yang dinamis.

“Fasilitator BRUS diharapkan memberikan layanan yang berdampak nyata bagi remaja. Kunci utamanya adalah pemahaman mendalam terhadap kebutuhan dan karakter mereka,” ujar Zudi.

Ia menjelaskan, pembinaan melalui BRUS tidak hanya berfokus pada aspek pengetahuan, tetapi juga pembentukan akhlak dan karakter. Remaja perlu dibekali kemampuan memahami diri sendiri, mengenali potensi dan batasan, serta mengelola konflik dalam kehidupan sosial.

Zudi juga mengulas tantangan kenakalan remaja, termasuk maraknya judi online yang menyasar usia muda. Menurutnya, persoalan tersebut memerlukan pendekatan edukasi yang mencerahkan, solutif, dan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan formal.

Bimtek Fasilitator BRUS ini diikuti 100 peserta yang terdiri dari penghulu dan penyuluh agama dari seluruh provinsi di Indonesia. Melalui kegiatan tersebut, Kementerian Agama berharap kapasitas, kecakapan, dan sensitivitas sosial fasilitator BRUS semakin meningkat dalam mendampingi remaja di daerah masing-masing.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam membangun generasi muda yang berakhlak, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 + 12 =