Cara Melatih Anak Berpuasa Ramadhan

 Cara Melatih Anak Berpuasa Ramadhan

Ilustrasi

Cara Praktis Melatih Anak Berpuasa

Melatih anak memerlukan seni. Kita tidak bisa memaksakan standar orang dewasa kepada mereka. Berikut adalah langkah-langkah praktis yang bisa Anda terapkan:

A. Ciptakan Atmosfer Kegembiraan

Jangan jadikan Ramadhan sebagai bulan “larangan makan”. Sebaliknya, buatlah Ramadhan menjadi bulan yang paling dinanti. Hiasi rumah, biarkan anak membantu memilih menu berbuka, dan ceritakan kisah-kisah heroik para nabi dan sahabat di bulan Ramadhan.

B. Puasa Bertahap (Puasa “Bedug” atau Setengah Hari)

Secara medis dan psikologis, perpindahan dari pola makan normal ke puasa penuh bisa sangat berat bagi anak kecil.

Tahap 1: Berlatih puasa sampai jam 10 pagi.
Tahap 2: Berlatih puasa sampai waktu Dzuhur (populer dengan istilah puasa bedug).
Tahap 3: Berbuka di waktu Ashar, lalu lanjut hingga Maghrib.
Tahap 4: Puasa penuh satu hari jika fisik anak sudah terlihat kuat (biasanya pada usia 7-10 tahun).

C. Pentingnya Sahur yang Menyenangkan

Sahur adalah tantangan terbesar bagi anak. Hasbi Ash-Shiddieqy dalam ulasannya sering menekankan keberkahan dalam sahur. Pastikan suasana sahur ceria, sajikan makanan favorit mereka, dan berikan pujian karena mereka berhasil bangun pagi.

D. Sistem Penghargaan (Reward)

Meskipun kita ingin anak ikhlas karena Allah, bagi psikologi anak, reward adalah motivasi awal yang efektif. Berikan pujian, pelukan, atau hadiah kecil jika mereka berhasil mencapai target puasa tertentu. Namun, perlahan-lahan arahkan pemahaman mereka bahwa hadiah terbesar adalah dari Allah SWT.

Puasa Membuat Tubuh Sehat, Bukan Lemah

Seringkali orang tua merasa iba dan khawatir anak akan jatuh sakit jika berpuasa. Padahal, jika dilakukan dengan benar, puasa justru memberikan manfaat kesehatan yang luar biasa bagi anak, seperti:

  1. Detoksifikasi Alami. Puasa memberikan kesempatan pada organ pencernaan anak untuk beristirahat.
  2. Meningkatkan Imunitas. Selama puasa, tubuh melakukan regenerasi sel darah putih yang memperkuat sistem kekebalan.
  3. Mengontrol Gula Darah. Melatih tubuh anak agar tidak terus-menerus bergantung pada asupan gula yang tinggi dari camilan harian.

Secara medis, selama asupan nutrisi saat sahur dan berbuka seimbang (mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, dan cairan yang cukup), anak-anak akan tetap bugar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 4 =