Cahaya Islam di Jerman: Upaya Pengakuan Identitas Islam di Jantung Eropa
Ilustrasi: Suasana Ramadhan di Frankfurt. [foto: thelocal.de]
Saat ini, komposisi Muslim Jerman didominasi oleh keturunan Turki (45%), diikuti oleh Arab (27%), serta Afghanistan dan Iran (19%).
Suratno juga menyebutkan jejak historis Indonesia di Jerman melalui sosok pelukis Raden Saleh Syarif Bustaman yang kediamannya di Maxen kini menjadi “Masjid Biru” (Das Blaue Moschee), simbol kolaborasi seni dan religi.
Tak hanya seni, kontribusi intelektual Indonesia juga diakui secara fundamental di Jerman melalui kiprah Ingenieur B.J. Habibie.
Sebagai warga kehormatan Jerman, Habibie meninggalkan warisan ilmu pengetahuan melalui temuan teori sayap pesawat dan stabilitas kereta cepat yang hingga kini digunakan oleh industri teknologi Jerman.[]
