Besok, API Palestina dan Masyarakat Sipil Gelar Aksi Tolak Indonesia Gabung BoP
Jakarta (Mediaislam.id)–Aliansi Pemuda Indonesia untuk Palestina (API Palestina) bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil berencana menggelar aksi menolak keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP).
Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (7/3/2026) di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.
Rencana aksi disampaikan dalam konferensi pers yang digelar API Palestina di Hotel Gren Alia Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan ini dihadiri sejumlah aktivis pemuda serta influencer, termasuk Wanda Hamidah.
Perwakilan API Palestina, Syauqi, mengatakan aksi tersebut merupakan inisiatif berbagai elemen masyarakat sipil yang tergabung dalam koalisi solidaritas Palestina.
Beberapa organisasi yang terlibat antara lain BDS Indonesia, Student for Justice in Palestine (SJP), Front Mahasiswa Nasional (FMN), serta komunitas Berisik. Aksi juga didukung sejumlah lembaga seperti Kontras dan Imparsial.
Menurut Syauqi, aksi ini menjadi langkah untuk menyuarakan penolakan terhadap rencana keterlibatan Indonesia dalam BoP yang dinilai berpotensi membuka jalan normalisasi hubungan dengan Israel.
“BDS Indonesia sebenarnya sudah lama ada di Indonesia, tetapi selama ini lebih banyak bergerak di media sosial. Sekarang kami menilai sudah saatnya masyarakat sipil turun langsung menyuarakan penolakan terhadap BoP,” kata Syauqi.
Ia menilai keterlibatan Indonesia dalam forum tersebut berpotensi menimbulkan implikasi politik dan diplomatik yang dinilai tidak sejalan dengan sikap Indonesia selama ini dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
Syauqi juga menyebut aksi besok mengusung tema Weekend Melawan dan direncanakan berlangsung sekitar pukul 16.00 hingga menjelang waktu Magrib. Ia berharap aksi tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyuarakan aspirasi terkait kebijakan pemerintah dalam isu Palestina.
Dalam kesempatan yang sama, Wanda Hamidah menyatakan aksi demonstrasi merupakan bentuk partisipasi publik untuk menyampaikan aspirasi terhadap kebijakan negara.
Menurutnya, keterlibatan Indonesia dalam BoP perlu dikaji secara kritis karena menyangkut sikap politik luar negeri Indonesia yang selama ini dikenal konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina.
“Aksi-aksi demonstrasi ini perlu dilakukan sebagai bentuk suara masyarakat sipil. Ini bagian dari upaya menyampaikan aspirasi agar kebijakan yang diambil pemerintah tetap sejalan dengan prinsip konstitusi dan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina,” ujarnya.
API Palestina berharap aksi tersebut dapat diikuti berbagai elemen masyarakat sipil dan menjadi ruang penyampaian aspirasi secara damai terkait sikap Indonesia dalam isu Palestina.*
