Baghdad: Kota Indah di Lembah Mesopotamia

 Baghdad: Kota Indah di Lembah Mesopotamia

Ilustrasi: Kota Baghdad.

Apabila Sultan ingin melihat pedagang dan musafir keluar masuk kota, maka Sultan beristirahat pada tribun Bab al-Bashrah.

Apabila Sultan ingin memandang padang-padang yang luas tempat pengembalaan unta, domba dan kuda, lalu Sultan beristirahat di tribun Bab as-Syam.

Di tengah-tengah kota Bagdad yang besar itu, berdirilah Darul Khilafah yang amat indah bangunannya. Istana Khalifah Al-Mansur yang terdapat di dalamnya dibangun menurut wujud cipta seni bangun Arab-Persi. Istana itu dua tingkat, di tingkat sebelah atas terdapat sebuah ruangan besar yang digunakan untuk Khalifah bermusyawarah dengan para Wazir dan pemuka-pemuka Islam lainnya.

Kubah istana itu berwarna hijau, 40 meter tingginya dari tanah. Di puncak kubah berdiri sebuah arca seorang pahlawan berkuda yang sedang mengayunkan lembing. Arca itu terbuat dari perunggu dan dapat berputar-putar.

Apabila Khalifah melihat arca orang berkuda itu menghadap ujung lembingnya ke satu jurusan, maka tahulah Khalifah bahwa dari jurusan itu akan ada orang datang menghadap dan sebagainya. Dalam bulan Jumadil-Akhir tahun 372 H puncak kubah istana Al-Mansur itu, telah runtuh akibat angin ribut dan hujan yang amat lebatnya.

Selain dari istana yang tersebut di atas, maka pada 185 H Khalifah Al-Mansur telah mendirikan pula sebuah istana di pinggir sungai Dajlah. Istana ini amat indah bentuknya dan amat elok letaknya; dinamakan Qushr al-Khuldy, artinya istana abadi. [SR]

Sumber: Sejarah Kesenian Islam Jilid I, C. Israr. Penerbit Bulan Bintang Jakarta, 1978.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 5 =