Alisa Khadijah Bogor Lantik Pengurus Baru Periode 2026-2031
Bogor (Mediaislam.id) – Asosiasi Muslimah Pengusaha se-Indonesia Alisa Khadijah ICMI Organisasi Wilayah Khusus (Orwilsus) Bogor, resmi melantik jajaran pengurus baru periode 2026–2031 untuk wilayah Kota dan Kabupaten Bogor.
Pelantikan yang digelar di Gedung BSI Pajajaran Kota Bogor pada Jumat (13/2/2026) ini menjadi momentum penting untuk menguatkan kolaborasi antara pengurus Kota dan Kabupaten Bogor, sekaligus membangun soliditas dan regenerasi organisasi.
Ketua panitia, Ani Sumarni, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan momentum berharga bagi kebangkitan Alisa Khadijah di Bogor.
“Hari ini adalah momentum berharga untuk pelantikan Alisa Khadijah Kota dan Kabupaten Bogor. Kegiatan jelang Ramadan ini mudah-mudahan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.
Ia menambahkan, para calon pengurus yang dilantik merupakan sosok-sosok yang memiliki disiplin tinggi dan bahkan telah menyiapkan program kerja menyambut Ramadan. Pelantikan kali ini sengaja digabung untuk memperkuat kerja sama kedua wilayah.
“Walaupun belakangan ini Alisa Khadijah kurang aktif, saat ini ada semangat baru untuk membangun bersama antara pengurus kota dan kabupaten. Kami bangga karena kepengurusan kali ini juga diwarnai generasi muda yang diharapkan menjadi titik perkembangan baru bagi Alisa Khadijah,” tambahnya.
Ani berharap, organisasi ini mampu memberikan sumbangsih nyata bagi masyarakat dalam membangun Kota dan Kabupaten Bogor, khususnya dalam bidang ekonomi umat.
Pengukuhan pengurus dilakukan oleh Ketua Alisa Khadijah Orwilsus Bogor, Dwitri Roswita Sari. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari tanggung jawab besar.
“Harapannya bukan hanya semangat saat dilantik, tetapi mampu mengemban amanah organisasi ini dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa Alisa Khadijah bukan sekadar nama, melainkan mengandung nilai dan keteladanan.
“Alisa Khadijah bukan sekadar nama—nama mulia istri Rasulullah—tetapi esensinya harus kita kembangkan. Saya mengajak untuk merapatkan barisan. Amanah kita adalah memajukan ekonomi umat. Sebagai ibu dan istri, rumah tangga tetap nomor satu. Support system harus ditumbuhkan dan jangan berjalan sendiri-sendiri. Kita harus memperkuat keluarga sekaligus memajukan Alisa Khadijah,” ungkapnya.
Roswita juga menekankan pentingnya menjalankan organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta membangun koordinasi, baik secara internal maupun eksternal.
Terkait program kerja, ia mendorong agar pengurus menyentuh seluruh pelaku usaha, khususnya UMKM yang masih menghadapi berbagai tantangan.
“Sentuh pelaku bisnis di seluruh sektor, terutama UMKM yang saat ini masih ada yang kesulitan dalam menjalani usaha. Pengurus muda diharapkan mampu mengembangkan digital marketing untuk mendukung kemajuan usaha anggota,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Alisa Khadijah Kota Bogor periode 2026–2031, Haiva Musdaliva, menyampaikan rasa syukur dan tanggung jawab atas amanah yang diterimanya.
“Mendapat amanah sebagai ketua adalah sebuah kehormatan. Ini kesempatan untuk belajar dari para senior sekaligus menjadi tanggung jawab besar. Kami akan berusaha memberikan yang terbaik untuk umat dan organisasi ini,” ujarnya.
Ia berkomitmen untuk membawa semangat kolaborasi, pembinaan UMKM, serta penguatan kapasitas anggota melalui program-program yang adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Seperti diketahui, Alisa Khadijah merupakan organisasi pengusaha Muslimah se-Indonesia yang didirikan oleh B. J. Habibie dan Hasri Ainun Habibie pada 6 Juni 1997. Organisasi ini berada dalam binaan Departemen Pengembangan Peranan Wanita Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (DPPW ICMI) Pusat, dengan tujuan menjadi wadah pengusaha Muslimah yang menopang kesejahteraan keluarga dan memperkuat ekonomi umat.
Dengan semangat baru dan kepengurusan yang lebih segar, pelantikan ini diharapkan menjadi titik kebangkitan Alisa Khadijah di Bogor dalam membangun kemandirian ekonomi perempuan Muslimah serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. []
