Gus Kikin Ajak Nahdliyin Hidupkan Kembali Qonun Asasi NU
Foto: NU Online
Mojokerto (Mediaislam.id)–Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mengajak warga Nahdlatul Ulama (Nahdliyin) menghidupkan kembali nilai-nilai Qonun Asasi sebagai fondasi membangun peradaban NU pada abad kedua.
Gus Kikin mengatakan, Qonun Asasi bukan sekadar dokumen organisasi, melainkan seruan peradaban yang dirancang untuk membentuk karakter manusia dan membangun kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
“Qonun Asasi itu bukan sekadar kalimat-kalimat ajakan begitu saja, karena ini merupakan seruan peradaban. Ini semuanya itu dirancang untuk bagaimana membangun karakter manusia untuk membangun peradaban. Jadi ini merupakan seruan peradaban KH Muhammad Hasyim Asy’ari,” ujar Gus Kikin dalam Halaqah Nasional Qonun Asasi Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging, Mojokerto, Jawa Timur, Ahad (25/10/2026).
Dikutip Mediaislam.id dari NU Online, Selasa (27/10/2026), Gus Kikin menjelaskan, momentum ditemukannya kembali naskah lengkap Qonun Asasi menjadi kesempatan penting bagi NU untuk meneguhkan kembali nilai-nilai dasar yang diwariskan pendirinya.
Ia bersyukur bagian-bagian naskah Qonun Asasi yang sebelumnya belum ditemukan kini dapat disatukan kembali menjadi sebuah kitab utuh. Naskah tersebut diharapkan menjadi bekal bagi NU dalam melanjutkan perjalanan pada abad kedua.
“Oleh karena itu kita bersyukur bab-bab yang ada di Qonun Asasi bab 2 bab 3 bab 4 bisa ditemukan dan bisa disatukan kembali menjadi kitab Qanun Asasi ini. Ini mudah-mudahan menjadi bekal dari NU untuk menapak kembali perjalanan NU di abad yang kedua ini,” katanya.
Mengembalikan Ruh NU
Gus Kikin menegaskan, NU yang didirikan Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari dibangun di atas nilai keadilan, keamanan, perdamaian, dan kebaikan. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, harus diwujudkan dalam budaya dan praktik organisasi, bukan berhenti sebagai dokumen tertulis.
“Al Qanun asasi mengembalikan ruh Nahdlatul Ulama. NU lahir bukan hanya sebagai organisasi tetapi sebagai sebuah peradaban yang dibangun di atas ilmu, adab, ukhuwah dan kepemimpinan ulama. Seluruh fondasi itu dirumuskan KH Muhammad Hasyim Asy’ari dalam Qanun Asasi,” tuturnya.
Ia menerangkan, Qonun Asasi terdiri atas empat bagian utama. Bagian pertama berupa mukadimah yang memuat ayat Al-Qur’an dan hadis. Bagian kedua berisi penguatan akidah Ahlussunnah wal Jamaah serta komitmen mengikuti salah satu dari empat mazhab.
Bagian ketiga memuat aturan dasar organisasi, sedangkan bagian keempat merupakan penutup yang mengatur tata kehidupan Nahdlatul Ulama.
Menurut Gus Kikin, seluruh bagian tersebut menjadi pedoman agar perjalanan NU tetap berada pada jalur perjuangan yang diwariskan para pendirinya.
Menjawab Tantangan Zaman
Gus Kikin menekankan, menghidupkan kembali Qonun Asasi bukan berarti membawa NU kembali ke masa lalu. Sebaliknya, nilai-nilai dasar tersebut perlu diaktualisasikan untuk menjawab tantangan masa depan, termasuk perkembangan teknologi.
“Revitalisasi bukan berarti kembali ke masa lalu. Ini menghidupkan kembali nilai dasar untuk menjawab tantangan masa depan. Kita tidak bisa tidak, kita harus maju terus, harus berpikir menghadapi perubahan-perubahan zaman dari perkembangan-perkembangan teknologi,” tegasnya.
Ia mengibaratkan Qonun Asasi sebagai akar sebuah pohon. Akar yang kuat akan menumbuhkan budaya organisasi, mengarahkan pelaksanaan berbagai program, dan pada akhirnya menghasilkan kemaslahatan bagi umat.
Gus Kikin juga mengingatkan pentingnya perubahan orientasi gerakan NU, dari kekuasaan menuju pengabdian, dari mengejar popularitas menuju keteladanan, serta dari rutinitas menuju inovasi.
Menurutnya, perubahan tersebut harus tetap berpijak pada nilai-nilai dasar yang telah dirumuskan oleh KH Muhammad Hasyim Asy’ari.
“Organisasi NU ini merupakan gerakan peradaban. Marilah kita sama-sama membangun peradaban. NU yang sekarang kita sudah tahu, Qonun Asasi menggambarkan apa-apa saja yang ada di dalam situ. Mulai dari pendiriannya, aturan-aturannya, ruhnya apa yang ada di dalam situ. Dengan berpijak pada nilai-nilai Qonun Asasi, ilmu sebagai cahaya, ukhuwah sebagai perekat, adab sebagai budaya, Islam rahmatan lil ‘alamin khidmah sebagai jalan hidup kita di NU,” pungkasnya.*
