Luncurkan Program Namu Balai Kota, Wagub Rano Karno: Balai Kota Adalah Rumah Warga
Wagub DKI Jakarta, Rano Karno meluncurkan program Namu Balai Kota, Sabtu (17/10/2026).
Jakarta (Mediaislam.id) — Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meluncurkan program Namu Balai Kota yang dihadirkan untuk memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat. Melalui program ini, masyarakat dapat menjelajahi kantor pusat pemerintahan di Balai Kota hingga melihat dari dekat ruang kerja gubernur.
Rano mengatakan bahwa Balai Kota DKI Jakarta merupakan rumah milik seluruh warga yang selalu terbuka bagi siapa saja yang berkunjung.
“Hari ini kita memulai membuka yang disebut Namu Balai Kota. Sebetulnya kalau Betawi bilang bukan balai, (tapi) bale. Jadi ini bale kota bale-nya masyarakat, bukannya bale kita,” ujar Rano di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (17/10), dikutip dari Beritajakarta.id.
Dalam program ini, warga yang berkunjung tidak hanya menikmati suasana Balai Kota, tetapi juga dipandu oleh pemandu wisata (tour guide) agar mengenal lebih dalam sejarah bangunannya.
“Ini pemandangan balai kota. Balai kota ini dibangun tahun kira-kira 1890. Tapi nanti ada tour guide yang akan menyampaikan,” kata dia.
Baca juga: Resmi Dibuka Dua Kali Sebulan, Simak Cara dan Jadwal Tur ‘Namu Balai Kota’ Jakarta
Wagub menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini akan terus disempurnakan agar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Ia berharap kegiatan ini menjadi jembatan yang mempertemukan warga dengan pemerintah daerahnya.
“Semoga Namu Balai Kota ini dapat menjadi jembatan untuk mempertemukan antara pemerintah daerah dengan warganya,” tutur Rano.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi, menjelaskan bahwa program Namu Balai Kota digagas Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk mendekatkan masyarakat dengan pusat pemerintahan melalui ruang interaktif dan keterbukaan.
“Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur menyampaikan, Balai Kota harus bisa bermanfaat terus-menerus, Sabtu-Minggu pun bisa digunakan langsung oleh masyarakat DKI Jakarta,” kata Marulina Dewi.
Program Namu Balai Kota menghadirkan rangkaian tur berupa kegiatan edukasi, seni, budaya, kuliner, komunitas, hingga mengunjungi Jakarta Smart City dan studio produksi Berita Jakarta. Selain itu, masyarakat juga bisa mendapatkan berbagai layanan publik yang dihadirkan di Balai Kota.
Layanan tersebut di antaranya pengurusan paspor, SIM Keliling, Samsat Keliling, layanan pemeriksaan kesehatan gratis, pembukaan rekening Bank Jakarta, hingga layanan perizinan berusaha.
“Namu Balai Kota ini membuka pintu-pintu ruang balai kota sebagai ruang publik bagi warga untuk mengenal lebih dekat pusat pemerintahannya, dan dipakai untuk kebutuhan masyarakat Kota Jakarta,” tandasnya.
Sebelumnya, program ini telah diuji coba pada 3 Oktober lalu. Sekitar 300 warga berkunjung setelah mendaftar secara online melalui aplikasi JAKI maupun situs web.[]
