MUI Kecam Serangan di Riyadh, Minta Keselamatan WNI Diprioritaskan
Waketum MUI KH M Cholil Nafis.
JAKARTA (Mediaislam.id)— Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH M. Cholil Nafis menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa akibat serangan yang terjadi di Riyadh, Arab Saudi. Dia mengutuk segala bentuk kekerasan yang mengancam keselamatan masyarakat sipil dan mengganggu upaya mewujudkan perdamaian.
“Kita menyampaikan duka cita yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa akibat serangan yang terjadi di Riyadh. Islam mengajarkan penghormatan terhadap jiwa manusia dan melarang segala bentuk kekerasan yang menimbulkan korban sipil. Karena itu, kami mengutuk setiap tindakan yang mengancam keselamatan masyarakat dan mengganggu upaya mewujudkan perdamaian serta stabilitas kawasan,” kata Kiai Cholil dalam pernyataannya, Senin (12/10/2026).
Dia juga menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam konflik agar menahan diri dan mengedepankan dialog serta diplomasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
Menurut dia, konflik yang terus meningkat hanya akan memperbesar penderitaan masyarakat. Situasi tersebut juga berpotensi mengganggu aktivitas ibadah, perekonomian, dan kegiatan kemanusiaan, sekaligus memperluas ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah.
“Kami juga menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat agar menahan diri dan mengedepankan jalur dialog serta diplomasi. Konflik yang terus meningkat hanya akan memperbesar penderitaan masyarakat, mengganggu aktivitas ibadah, ekonomi, dan kemanusiaan, serta berpotensi memperluas ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah,” ujarnya.
Kiai Cholil turut meminta Pemerintah Republik Indonesia terus memantau perkembangan situasi keamanan, terutama yang berkaitan dengan jalur penerbangan menuju dan dari Arab Saudi.
Dia menilai langkah antisipatif diperlukan untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di kawasan tersebut, termasuk jamaah umrah, jamaah haji, pekerja migran, dan masyarakat Indonesia lainnya.
“Kepada Pemerintah Republik Indonesia, kami berharap agar terus memantau perkembangan situasi keamanan, khususnya yang berkaitan dengan jalur penerbangan menuju dan dari Arab Saudi. Langkah antisipatif perlu dilakukan untuk menjamin keselamatan warga negara Indonesia, termasuk jamaah umrah, jamaah haji, pekerja migran, dan masyarakat Indonesia yang berada di kawasan tersebut,” katanya.
Dia menegaskan, keselamatan WNI harus menjadi prioritas utama di tengah situasi keamanan yang berkembang. Pada saat yang sama, Indonesia diharapkan tetap menjaga hubungan baik dengan negara-negara lain dan mendukung upaya perdamaian antarbangsa.
“Keselamatan warga negara harus menjadi prioritas utama, sembari tetap menjaga hubungan baik dan mendukung perdamaian antarbangsa,” ujar Kiai Cholil.
