Konsultasi Islami Dinilai Penting untuk Perkuat Ketahanan Keluarga

 Konsultasi Islami Dinilai Penting untuk Perkuat Ketahanan Keluarga

Semarang (Mediaislam.id)–Penguatan ketahanan keluarga dinilai membutuhkan dukungan melalui edukasi, konsultasi, dan pendampingan berbasis nilai-nilai Islam. Hal tersebut menjadi fokus Workshop Konsultasi Keluarga Sakinah yang digelar Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPIJ) melalui Divisi Takmir di Kota Semarang, Ahad (13/9/2026).

Peserta antusias menyimak materi yang disampaikan narasumber.

Workshop bertema “Menguatkan Ketahanan Keluarga Melalui Konsultasi dan Bimbingan Islami Menuju Keluarga Sakinah, Mawaddah wa Rahmah” tersebut berlangsung di Hotel Grand Arkenso Parkview, Semarang. Kegiatan diikuti peserta dari Majelis Taklim dan Komunitas Jakarta Islamic Centre (JIC).

Kepala Pusat PPIJ (JIC), KH. Muhyiddin Ishaq.

Kepala Pusat PPIJ, KH Muhyiddin Ishaq, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Sejumlah narasumber juga memberikan materi, yakni Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta KH Ma’mun Al Ayyubi, Kepala Divisi Takmir PPIJ KH Ahmad Ibnu Abidin, Lc, serta Kepala Divisi Pengkajian, Pendidikan dan Perpustakaan PPIJ Dr. Ir. H Rasyidi HY, SH, MM, CPA, C.Med. Sesi workshop dimoderatori Dr. Marhadi Muhayar.


Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Jhon Odius dan H. Afiffuddien, Kepala Divisi Komunikasi dan Penyiaran PPIJ.

Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah dalam perspektif Islam. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya komunikasi dan kerja sama antara anggota keluarga dalam menghadapi berbagai persoalan rumah tangga.

Sesi Workshop Konsultasi Keluarga Sakinah.

 

Selain aspek pembinaan, workshop membahas pengetahuan dasar mengenai konsultasi dan mediasi untuk menghadapi konflik keluarga. Peran tokoh agama, penyuluh, dan konselor keluarga juga ditekankan sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat menghadapi dinamika kehidupan rumah tangga.

Penguatan ketahanan keluarga, dengan demikian, tidak hanya menjadi tanggung jawab pasangan suami istri. Dukungan lingkungan sosial serta lembaga keagamaan juga diperlukan agar keluarga memiliki ruang untuk mendapatkan edukasi, konsultasi, dan pendampingan ketika menghadapi persoalan.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian program Jakarta Islamic Centre bersama sejumlah lembaga Islam di bawah Biro Pendidikan Mental dan Spiritual (Dikmental) Provinsi DKI Jakarta dalam penyelenggaraan Pameran Stan DKI Jakarta pada rangkaian Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) 2026 di Kota Semarang.

Dalam rangkaian kegiatan yang sama, JIC bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang menyelenggarakan Pameran Kaligrafi Internasional. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan dan mengembangkan seni kaligrafi Islam sekaligus memperkuat kolaborasi Jakarta dan Semarang dalam bidang keislaman dan kebudayaan.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, JIC berupaya memperluas pembinaan keagamaan yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga menyentuh persoalan sosial dan keluarga yang dihadapi masyarakat.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine + fifteen =