Kuatkan Keluarga untuk Cetak Generasi Tangguh dan Berdaya Saing

 Kuatkan Keluarga untuk Cetak Generasi Tangguh dan Berdaya Saing

Jakarta (Mediaislam.id)–Penguatan fungsi keluarga dinilai menjadi salah satu kunci untuk membentuk generasi yang sehat, berkarakter, mandiri, dan mampu menghadapi perubahan global. Peran tersebut perlu diperkuat melalui pengasuhan positif yang melibatkan ayah dan ibu secara bersama-sama.

Hal itu mengemuka dalam diskusi Komisi 5 Konferensi Keluarga Asia Pasifik 2026 di Jakarta, Sabtu (12/9/2026). Komisi 5 mengangkat tema “Penguatan Fungsi Keluarga dalam Membentuk Generasi Berkualitas”.

Dalam diskusi tersebut, peserta membahas sejumlah aspek penting penguatan keluarga, mulai dari pembagian peran ayah dan ibu, pola pengasuhan efektif, pendidikan karakter, hingga strategi menghadapi tantangan era digital.

Narasumber Komisi 5, Prof. Dr. Dwi Hastuti, mengatakan, diperlukan peningkatan kapasitas orang tua dalam pengasuhan serta penataan lingkungan keluarga agar tujuan pengasuhan anak dapat tercapai.

Menurut dia, pengasuhan perlu dilakukan secara holistik. Pengasuhan tidak hanya berkaitan dengan pendidikan, tetapi juga mencakup kesehatan, gizi, stimulasi, kasih sayang, keamanan, dan pembentukan karakter anak.

“Ayah dan ibu memiliki peran bersama untuk melaksanakan Positive Parenting Program. Manfaat dan dampak pengasuhan anak dalam keluarga yang positif akan menghasilkan anak sehat, cerdas, dan berkarakter mulia,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Imas Kania Rahman menegaskan, keluarga merupakan sekolah pertama dan utama bagi anak. Karena itu, ayah dan ibu memiliki posisi penting dalam menanamkan pendidikan karakter dan akhlak sejak dini.

“Penting untuk melakukan penguatan peran parenting yang efektif dan adaptif dengan kemitraan suami istri dalam membangun keluarga yang harmonis dan produktif,” katanya.

Komisi 5 juga menekankan pentingnya pendidikan karakter, nilai agama, moral, dan kebangsaan yang dimulai dari lingkungan keluarga. Di tengah perkembangan teknologi, orang tua juga dituntut mampu beradaptasi melalui kesepakatan keluarga serta penguatan literasi media.

Dari pembahasan tersebut, Komisi 5 menghasilkan empat rekomendasi. Pertama, menjadikan penguatan fungsi keluarga dan pengasuhan positif sebagai agenda strategis pembangunan manusia melalui pendekatan terintegrasi yang mencakup kesehatan, pendidikan, perlindungan anak, sosial, dan pembangunan keluarga.

Kebijakan nasional mengenai pengasuhan juga dinilai perlu mendorong pembagian peran yang setara antara ayah dan ibu. Langkah ini penting untuk memperkuat ketahanan keluarga dalam menghadapi konflik, perceraian, kekerasan, tekanan ekonomi, serta tantangan era digital.

Kedua, membangun kolaborasi riset dan kebijakan berbasis bukti. Hal ini dilakukan dengan menyusun dan menguji modul, metode, serta indikator pengasuhan positif menjadi program pengasuhan berbasis Islam yang dapat digunakan orang tua, pendidik, kader, dan pendamping keluarga.

Ketiga, memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai pengasuhan positif, ketahanan keluarga, pencegahan kekerasan, perlindungan anak, serta penggunaan teknologi secara sehat. Upaya tersebut juga diarahkan untuk membangun kembali semangat bahwa mendidik anak merupakan tanggung jawab bersama masyarakat.

Keempat, memanfaatkan jejaring untuk membangun advokasi kebijakan bersama agar penguatan keluarga ditempatkan sebagai investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang sehat, berkarakter, mandiri, berintegritas, dan mampu menghadapi perubahan global.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve − five =