Jamin Kehalalan dan Keamanan Makanan, BPPGM Gelar Sertifikasi Juru Masak SPPG

 Jamin Kehalalan dan Keamanan Makanan, BPPGM Gelar Sertifikasi Juru Masak SPPG

Uji Sertifikasi Kompetensi Juru Masak Makan Bergizi Muhammadiyah, di SPPG UNISA Yogyakarta. Sabtu (5/9) [muhammadiyah.or.id]

YOGYAKARTA (Mediaislam.id) Muhammadiyah melalui Badan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM) menilai pelatihan dan sertifikasi juru masak sangat penting. Langkah ini menjadi ikhtiar bersama dalam meningkatkan profesionalitas serta kinerja para juru masak di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Muhammadiyah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Siti Noordjannah Djohantini selaku Badan Pembina Harian (BPH) BPPGM dalam acara Uji Sertifikasi Kompetensi Juru Masak Makan Bergizi Muhammadiyah, Sabtu (5/9/2026). Acara tersebut bertempat di SPPG Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta.

“Ini menjadi sangat penting dalam rangka mengampu SPPG Muhammadiyah secara nasional. Kita harus memiliki juru masak atau chef yang benar-benar ahli, karena Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah terbiasa bekerja dengan ilmu yang diamalkan secara profesional,” ujar Noordjannah, dikutip dari Muhammadiyah.or.id.

Melalui agenda strategis ini, Noordjannah mengharapkan Muhammadiyah dapat menjawab persoalan dalam negeri dengan menyajikan kualitas terbaik.

“Makanan yang kita sajikan harus dipastikan kehalalannya, kesehatannya, dan keamanannya,” tambahnya.

Selanjutnya, Noordjannah menjelaskan bahwa pelaksanaan sertifikasi juru masak merupakan bagian dari sistem pengelolaan SPPG Muhammadiyah yang dibangun secara serius. Dalam prosesnya, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah mengintegrasikan berbagai sumber daya, termasuk menggandeng perguruan tinggi yang memiliki kompetensi di bidang gizi.

Salah satunya adalah Unisa Yogyakarta yang memiliki program studi gizi berakreditasi unggul. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah untuk memastikan pengelolaan program pemenuhan gizi berjalan berdasarkan standar keilmuan dan profesionalitas.

“Sertifikasi juru masak ini diharapkan dapat mencetak chef profesional tersertifikasi dari setiap SPPG. Jadi, melalui program ini kami menekankan bahwa ini bukan untuk kepentingan sendiri, dan cara dakwah seperti inilah yang harus terus dijaga,” jelasnya.

Seiring berkembangnya SPPG Muhammadiyah secara nasional, Noordjannah menilai penguatan sumber daya manusia menjadi aspek utama yang tak terpisahkan dari profesionalisasi tata kelola. Oleh karena itu, Muhammadiyah memastikan kerja sama dengan berbagai Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dilakukan secara serius dengan memperhatikan asas profesionalitas.

Noordjannah juga mengapresiasi antusiasme para peserta sertifikasi yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Ia berharap semangat tersebut terus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan SPPG Muhammadiyah.

Di sisi lain, ia mengingatkan seluruh jajaran manajemen SPPG Muhammadiyah untuk senantiasa mematuhi regulasi yang telah ditetapkan. Kepatuhan terhadap regulasi harus berjalan beriringan dengan tata kelola internal Muhammadiyah yang menjunjung tinggi akuntabilitas dan amanah.

“Selain seluruh regulasi, kita punya tata kelola internal yang sangat ketat yang selama ini menjadi DNA Muhammadiyah, yakni akuntabilitas, bekerja atas dasar amanah, ikhlas, dan berkhidmat. Nah, itu yang tidak bisa ditawar lagi!” pungkasnya.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × 3 =