Dialog Kebangsaan, Tamsil Linrung Ungkap Optimisme Masa Depan Indonesia

 Dialog Kebangsaan, Tamsil Linrung Ungkap Optimisme Masa Depan Indonesia

Jakarta (Mediaislam.id)– Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung menilai masih terdapat optimisme terhadap arah Indonesia dan masa depan bangsa di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, sejumlah indikator ekonomi dan program pemerintah menunjukkan perkembangan yang patut diapresiasi, meski masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu dibenahi.

Hal itu disampaikan Tamsil dalam Dialog Kebangsaan yang digelar Wahdah Islamiyah di Gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta, Rabu (12/8/2026). Dialog bertema “Arah Indonesia dan Masa Depan Bangsa” tersebut merupakan rangkaian kegiatan menjelang Muktamar V Wahdah Islamiyah.

“Untuk berkesimpulan bahwa ini Indonesia gelap, saya kira tidak juga. Kita masih bisa menaruh harapan,” kata Tamsil.

Menurut Tamsil, evaluasi terhadap pemerintahan Prabowo perlu dilakukan secara objektif, terutama dengan melihat sejumlah indikator ekonomi. Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan peningkatan meski target pertumbuhan sebesar delapan persen belum tercapai.

“Kita belum bisa memvonis apakah gagal atau berhasil dalam dua tahun ini,” ujarnya.

Tamsil menilai pertumbuhan ekonomi tersebut perlu dilihat lebih jauh dari sisi dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat. Ia mengingatkan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati kelompok elite.

“Pertanyaannya, apakah pertumbuhan ini kemudian memberikan implikasi kepada kesejahteraan yang lebih meluas? Ini yang perlu kita dalami bersama,” katanya.

Ia menambahkan, sejumlah indikator sosial juga menunjukkan perkembangan positif. Menurut dia, angka kemiskinan mengalami penurunan, sementara angka pengangguran juga turun dan lapangan kerja meningkat.

Namun, Tamsil mengingatkan pemerintah perlu memperhatikan kualitas lapangan kerja yang tercipta, terutama apakah pekerjaan tersebut berada di sektor formal atau masih didominasi sektor informal.

Tamsil yang mengaku aktif berkeliling ke berbagai daerah sebagai anggota DPD RI mengatakan, dirinya juga melihat adanya pergerakan ekonomi daerah yang cukup menggembirakan.

Ia menyoroti respons masyarakat terhadap langkah pemerintah melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Menurutnya, masyarakat berharap pemerintah menindak kegiatan pertambangan ilegal dan penguasaan aset negara yang dinilai hanya menguntungkan kelompok tertentu.

Tamsil juga mengapresiasi kebijakan pemerintah yang dinilainya sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945. Menurut dia, implementasi sistem perekonomian konstitusional menjadi salah satu titik temu berbagai kelompok yang selama ini memiliki pandangan berbeda dalam isu politik dan kebangsaan.

“Dalam tema-tema yang lain kita bisa berbeda, tetapi terkait dengan implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 ini, kita sama, satu suara. Ini harus diimplementasikan,” tegasnya.

Ia menilai keberpihakan terhadap ekonomi konstitusional juga mendapat respons positif dari kalangan akademisi dan tokoh masyarakat yang ditemuinya di berbagai daerah.

Karena itu, Tamsil mengajak masyarakat tidak menghabiskan seluruh energi untuk melihat sisi negatif pemerintahan. Menurut dia, kritik tetap diperlukan, tetapi berbagai kebijakan yang memberikan dampak positif juga harus diapresiasi.

“Kita bisa memilah-milah itu supaya tidak semua energi kita habis dengan mengabaikan yang positif,” katanya.

Tamsil juga menyoroti pembangunan jembatan di sejumlah wilayah terpencil melalui program pemerintah. Ia menilai pembangunan infrastruktur tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama anak-anak yang sebelumnya harus melewati sungai atau akses berbahaya untuk bersekolah.

“Ada anak-anak sekolah yang menyeberang dengan baskom. Tiba di sekolah basah, sampai pulang pun basah,” ujarnya.

Menurut Tamsil, pembangunan infrastruktur dasar semacam itu merupakan contoh kebijakan yang konkret dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Ia pun mengaku aktif menyosialisasikan Asta Cita Presiden Prabowo karena melihat adanya arah pembangunan yang menurutnya menjanjikan bagi masa depan Indonesia.

“Saya melihat di situ ada arah yang jelas, di situ ada masa depan Indonesia yang kita harapkan,” katanya.

 

Wahdah Pilih Optimistis

Sementara itu, Pimpinan Wahdah Islamiyah KH Muhammad Zaitun Rasmin mengatakan masyarakat tetap harus objektif dalam melihat kondisi bangsa. Menurut dia, persoalan yang terjadi harus diakui dan dikritisi jika memang terdapat kekurangan atau kebijakan yang buruk.

“Kita mesti objektif. Kalau ada yang kurang, kita bilang kurang. Kalau ada yang buruk, kita katakan buruk,” kata Zaitun.

Namun, ia menegaskan Wahdah Islamiyah memilih untuk tetap optimistis dan mencari solusi atas berbagai persoalan bangsa.

“Seberapa buruk pun keadaannya, Wahdah selalu melihat ini ada jalan keluarnya, ada solusinya,” ujarnya.

Zaitun mengatakan semangat tersebut menjadi salah satu landasan Wahdah Islamiyah dalam menggagas gerakan Salam Sehat Indonesia. Gerakan tersebut diarahkan untuk mendorong kesehatan bangsa dalam berbagai aspek.

Menurut dia, terdapat tiga aspek utama yang perlu diperkuat, yakni kesehatan hati dan pikiran, kesehatan jasmani, serta kesehatan ekonomi.

“Sehat ekonomi itu mutlak. Tidak akan bisa sehat komunitas, sehat budaya sosial, kalau tidak sehat ekonomi,” katanya.

Ia menambahkan, semangat tersebut juga akan menjadi bagian dari arah Muktamar V Wahdah Islamiyah melalui tema “Memokohkan Persatuan dan Kolaborasi untuk Indonesia Berkemajuan.”

“Di Wahdah ini biasanya suka idealis, tetapi mesti ada tagline yang operasional,” ujar Zaitun.

Dialog Kebangsaan tersebut menghadirkan sejumlah tokoh lintas profesi, antara lain Rocky Gerung, Ubedillah Badrun, Harsubeno Arif, Fuad Bawazier, serta KH Muhammad Zaitun Rasmin. Acara tersebut dipandu oleh moderator Tony Rosyid.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 + 9 =