Buka KUII VIII, Muzani: Persatuan Umat Kunci Bangsa Berdaulat dan Negara Kuat
Jakarta (Mediaislam.id)–MPR RI Ahmad Muzani menegaskan persatuan umat Islam menjadi fondasi penting bagi terwujudnya bangsa yang berdaulat dan negara yang kuat. Karena itu, Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Jumat (24/7/2026), diharapkan mampu memperkuat sinergi umat dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan.
Muzani mengatakan semangat yang diusung KUII VIII melalui tema “Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat” merupakan kelanjutan dari cita-cita para pendiri bangsa yang telah dirintis sejak Kongres Umat Islam pertama pada Februari 1943 di Yogyakarta di bawah kepemimpinan KH Hasyim Asy’ari.
“Dari kongres pertama hingga ke-8 hari ini, inti utamanya adalah bagaimana menyatukan komponen umat Islam sebagai bagian terbesar di Indonesia. Sebab, jika umat Islam bersatu, bangsa berdaulat, maka negara pasti akan kuat,” kata Muzani saat membuka KUII VIII.
Ia mengisahkan, Kongres Umat Islam pertama digelar ketika bangsa Indonesia berada dalam masa transisi penjajahan Belanda ke Jepang. Dalam situasi tersebut, para tokoh Islam berhasil menyatukan tekad dan semangat untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Menurut Muzani, persatuan umat merupakan modal utama untuk mengatasi berbagai persoalan bangsa, mulai dari penguatan ekonomi umat hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Umat dan bangsa tidak mungkin dipisahkan. Umat adalah bangsa, dan bangsa adalah umat. Itulah semangat dari Kongres Umat Islam yang ke-8,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Steering Committee KUII VIII KH Marsudi Syuhud mengatakan kongres bertujuan memperkuat seluruh elemen umat Islam melalui penyamaan pola pikir keagamaan serta koordinasi gerakan untuk membangun sinergi dan kolaborasi.
“Kongres ini bertujuan untuk memperkuat seluruh elemen umat dalam mewujudkan penyamaan pola pikir keagamaan dan koordinasi gerakan untuk sinergi dan kolaborasi membangun umat, bangsa, dan negara,” kata Marsudi.
Wakil Ketua Umum MUI itu menjelaskan KUII VIII juga menjadi forum untuk merumuskan solusi atas berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan secara konstruktif, kritis, aplikatif, dan solutif. Menurut dia, penguatan ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah menjadi kunci dalam menjaga persatuan bangsa dan mewujudkan cita-cita Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
KUII VIII diikuti lebih dari 450 peserta yang terdiri atas pimpinan MUI Pusat, komisi dan badan MUI, unsur pemerintah, serta perwakilan 87 organisasi kemasyarakatan Islam dari berbagai daerah.*
