Serangan Berlanjut, Konflik AS-Iran Kian Memanas

 Serangan Berlanjut, Konflik AS-Iran Kian Memanas

Serangan AS-Israel ke Iran.

Teheran (Mediaislam.id) – Konfrontasi militer antara Amerika Serikat dan Iran terus meningkat untuk malam ketiga berturut-turut. Serangan kedua negara kini meluas hingga menyasar wilayah selatan Iran, sementara harga minyak dunia melonjak tajam di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran di Selat Hormuz dan pasokan energi global.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah menyelesaikan gelombang terbaru serangan udara terhadap Iran dalam operasi yang berlangsung sekitar lima jam.

Dalam pernyataannya, CENTCOM menyebutkan bahwa serangan tersebut menargetkan sejumlah sasaran militer di berbagai wilayah Iran dengan tujuan melemahkan kemampuan negara itu untuk menyerang kapal-kapal dagang.

Militer Amerika Serikat menggunakan amunisi berpemandu presisi untuk menghantam sistem pertahanan pantai Iran, fasilitas rudal dan pesawat nirawak (drone), serta berbagai aset angkatan laut.

CENTCOM juga menegaskan bahwa operasi udara terhadap Iran masih terus berlangsung atas arahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Media pemerintah Iran melaporkan terdengar sejumlah ledakan di Kota Bandar Abbas dan Pulau Kish. Kantor berita Iran juga melaporkan tiga ledakan di Bandar Abbas, sementara media Iran lainnya memberitakan serangan udara besar-besaran Amerika Serikat di wilayah Sirk, Iran selatan.

Kantor Berita Tasnim melaporkan sedikitnya enam ledakan terdengar di Kota Konarak dan Chabahar, yang berada di wilayah tenggara Iran.

Sebagai balasan, militer Iran menyatakan telah melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait beberapa jam sebelumnya. Target yang diserang disebut meliputi sistem komunikasi, tangki bahan bakar, sistem rudal Patriot, menara pengawas, dan gudang amunisi menggunakan drone bunuh diri.

Militer Iran juga menyatakan bahwa angkatan lautnya telah menyerang kapal-kapal yang didukung Amerika Serikat menggunakan rudal jelajah. Menurut mereka, operasi tersebut akan terus berlanjut seiring meningkatnya intensitas serangan Amerika Serikat.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan angkatan lautnya terus menjalankan operasi untuk mempertahankan hak-hak Iran di Selat Hormuz. IRGC menuduh militer Amerika Serikat berupaya memaksa sejumlah kapal melintasi jalur yang disebut sebagai jalur ilegal.

IRGC juga mengklaim dua kapal tanker minyak mematikan sistem navigasinya dan mengabaikan peringatan sehingga memasuki ladang ranjau, mengalami kerusakan, dan tidak dapat melanjutkan pelayaran.

Menurut IRGC, tindakan semacam itu dapat menunda pembukaan kembali Selat Hormuz dan semakin mengancam stabilitas pasokan energi dunia.

Di tengah meningkatnya eskalasi militer, harga minyak dunia melonjak setelah Presiden Amerika Serikat mengumumkan pemberlakuan kembali blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Berdasarkan laporan Reuters, harga minyak mentah Brent naik 9,59 persen menjadi 83,30 dolar AS per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) meningkat 9,1 persen menjadi 77,87 dolar AS per barel.

Para analis menilai kekhawatiran terhadap kelancaran lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz akan tetap menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga minyak. Sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia melewati jalur pelayaran strategis tersebut.

Mereka juga mencatat bahwa aktivitas pelayaran di Selat Hormuz mulai melambat, sementara jumlah kapal yang melintas turun ke tingkat terendah dalam lima pekan terakhir.

Eskalasi konflik juga menimbulkan ketidakpastian terhadap masa depan perjanjian sementara antara Amerika Serikat dan Iran yang ditandatangani bulan lalu. Perjanjian itu sebelumnya bertujuan membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri konflik melalui perundingan lanjutan.

Di sisi lain, Goldman Sachs memperkirakan proyek perluasan jaringan pipa energi di kawasan Timur Tengah dalam beberapa tahun mendatang akan mengurangi ketergantungan terhadap jalur pelayaran Selat Hormuz.

sumber: palinfo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 + fifteen =