Teheran Rilis Poin MoU Damai antara AS dan Iran
Seorang polisi Iran berdiri di depan sebuah poster yang menggambarkan mulut Donald Trump disumpal dengan pita biru berbentuk Selat Hormuz, pada 9 Mei 2026 di Teheran, Iran. (Foto: Getty Images)
TEHERAN (Mediaslam.id) – Pemerintah Iran merilis nota kesepahaman (MoU) Islamabad yang disepakati bersama Amerika Serikat dan sekutunya demi menghentikan eskalasi perang saat ini. Poin utama kesepakatan tersebut menekankan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk di wilayah Lebanon.
Kedua belah pihak berkomitmen penuh untuk tidak memulai perang baru dan menahan diri dari segala bentuk penggunaan kekuatan militer. Komitmen ini sekaligus menjadi jaminan bersama dalam menjaga integritas wilayah serta kedaulatan Lebanon.
Berikut adalah 14 poin krusial dalam nota kesepahaman (MoU) antara Iran dan Amerika Serikat:
-
Amerika Serikat, Iran, beserta sekutu masing-masing dalam perang saat ini menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk Lebanon. Semua pihak berkomitmen penuh untuk menahan diri dari ancaman kekuatan serta menjamin integritas wilayah dan kedaulatan Lebanon dalam kesepakatan final.
-
Amerika Serikat dan Iran sepakat untuk saling menghormati kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing. Kedua negara juga berjanji untuk menahan diri dari segala bentuk campur tangan dalam urusan internal satu sama lain.
-
Kedua belah pihak berkomitmen untuk terus melakukan negosiasi intensif guna mencapai kesepakatan akhir. Proses ini ditargetkan selesai dalam kurun waktu maksimal 60 hari dan dapat diperpanjang berdasarkan persetujuan bersama.
-
Segera setelah penandatanganan MoU ini, Amerika Serikat akan mulai menghapus blokade angkatan laut dan semua hambatan terhadap Iran yang ditargetkan selesai dalam waktu 30 hari. AS juga berjanji akan menarik seluruh pasukannya dari kawasan dekat wilayah Iran dalam waktu 30 hari setelah kesepakatan akhir disahkan.
-
Setelah MoU ditandatangani, Iran akan mengupayakan jalur aman tanpa biaya bagi kapal-kapal komersial selama 60 hari dari Teluk Persia ke Laut Oman dan sebaliknya. Terkait administrasi maritim di Selat Hormuz, Iran akan berdialog dengan Kesultanan Oman dan negara pesisir lainnya sesuai hukum internasional.
-
Amerika Serikat berjanji bersama mitra regional untuk mengembangkan rencana definitif dengan dana sedikitnya 300 miliar dolar AS (sekitar Rp5.353 triliun) demi rekonstruksi ekonomi Iran. Mekanisme pendanaan serta pemberian lisensi keuangan terkait akan diselesaikan dalam waktu 60 hari sebagai bagian dari kesepakatan akhir.
-
Amerika Serikat berkomitmen mengakhiri semua jenis sanksi terhadap Iran, termasuk resolusi Dewan Keamanan PBB, resolusi Dewan Gubernur IAEA, serta sanksi sepihak primer dan sekunder. Kedua negara mengakui pentingnya isu ini dan menyatakan niat untuk segera membahasnya dalam perundingan.
-
Republik Islam Iran menegaskan kembali komitmennya untuk tidak akan pernah memperoleh atau mengembangkan senjata nuklir. Kedua pihak sepakat menyelesaikan penanganan stok bahan yang telah diperkaya melalui metode pengenceran tingkat pengayaan (downblending) di bawah pengawasan IAEA.
-
Sambil menunggu tercapainya kesepakatan akhir, Amerika Serikat dan Iran sepakat untuk mempertahankan status quo di kawasan. Iran akan mempertahankan kondisi program nukCurrent state program nuklir saat ini, sedangkan AS berjanji tidak akan memberlakukan sanksi baru maupun mengerahkan pasukan tambahan.
-
Departemen Keuangan AS berjanji segera mengeluarkan sejumlah pengecualian sanksi untuk ekspor minyak mentah Iran, produk minyak bumi, dan turunannya setelah MoU ini ditandatangani. Pengecualian ini juga mencakup kelancaran transaksi perbankan, asuransi, hingga sektor transportasi terkait.
-
Amerika Serikat berkomitmen menyediakan sepenuhnya dana dan aset Iran yang dibekukan untuk dapat digunakan kembali setelah implementasi MoU berjalan. Dana tersebut akan dicairkan melalui prosedur bersama dan dapat digunakan penuh untuk pembayaran kepada penerima manfaat yang ditunjuk Bank Sentral Iran.
-
Amerika Serikat dan Iran sepakat untuk membentuk sebuah mekanisme eksekutif bersama. Badan ini bertugas memantau keberhasilan implementasi poin-poin MoU serta memastikan kepatuhan terhadap kesepakatan akhir.
-
Setelah MoU ditandatangani dan implementasi poin-poin krusial mulai berjalan, kedua negara akan langsung memulai negosiasi lanjutan. Perundingan tersebut nantinya khusus membahas paragraf-paragraf lain yang belum terselesaikan menuju kesepakatan akhir.
-
Kesepakatan akhir antara kedua belah pihak nantinya akan disahkan melalui mekanisme formal. Legalitas hukumnya akan diperkuat melalui resolusi Dewan Keamanan PBB yang bersifat mengikat secara internasional. [IRNA]
