Aktivis Global Sumud Flotilla Bebas setelah Gelombang Kecaman Dunia kepada Israel
Ankara (Mediaislam.id) – Setelah gelombang kecaman internasional atas perlakuan tidak manusiawi yang dialami aktivis Global Sumud Flotilla selama dalam tahanan, rezim pendudukan Israel pada Kamis (21/5) mendeportasi seluruh aktivis kemanusiaan yang sebelumnya diculik oleh pasukan Israel dari armada bantuan kemanusiaan menuju Gaza awal pekan ini.
Menurut berbagai sumber media, para aktivis Global Sumud Flotilla, yang kapalnya dicegat awal pekan ini di perairan internasional oleh angkatan laut Israel saat berupaya mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza, seluruhnya telah dideportasi dari Israel pada Kamis.
Sebelumnya, Turki mengumumkan pengiriman tiga pesawat carter ke Israel untuk mengevakuasi warganya serta warga negara lain, termasuk warga Spanyol.
Sementara itu, Yordania mengonfirmasi bahwa dua warganya telah kembali ke tanah air melalui perbatasan selatan dengan Israel.
Di sisi lain, Adalah menyampaikan kepada Al Jazeera bahwa sebagian besar dari sekitar 430 aktivis yang ditahan sedang dipindahkan ke Bandara Ramon untuk kemudian dideportasi. Sisanya akan dipulangkan melalui Bandara Ben Gurion.
Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir, pada Rabu, 20 Mei, mengunggah sebuah video yang memperlihatkan para aktivis armada bantuan Gaza berlutut dengan tangan terikat dan kepala menunduk ke tanah. Video tersebut memicu kecaman luas dan seruan agar mereka segera dibebaskan dan dideportasi.
Rekaman tersebut menunjukkan puluhan aktivis di atas kapal militer sedang berlutut dengan tangan terikat dan kepala menempel ke lantai, sementara lagu kebangsaan Israel diputar di latar belakang. Video itu juga memperlihatkan Ben-Gvir mengejek para aktivis sambil mengibarkan bendera Israel, ketika para tahanan itu mengalami penghinaan dan kekerasan dari tentara Israel.
sumber: infopalestina
