Gelar Muktamar V di Jakarta, Wahdah Islamiyah Gerakkan Keluarga Peduli Sehat
Rapat Panitia SC dan OC Muktamar V Wahdah Islamiyah di Makassar, 17/05/2026.
Makassar (Mediaislam.id)-Panitia Pusat Muktamar V Wahdah Islamiyah menggelar pertemuan strategis antara Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) pada Ahad, 17 Mei 2026.
Pertemuan penting yang berlangsung secara hybrid dari Ruang Rapat Pusat Dakwah Muslimah (PDM) Wahdah Islamiyah di Jalan Antang Raya, Kota Makassar ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah, Ustaz Zaitun Rasmin, serta Ketua OC Muktamar V, H. Tamsil Linrung.
Pertemuan strategis ini menjadi momentum krusial penguatan koordinasi demi menyukseskan gelaran akbar yang direncanakan berpusat di Jakarta pada Agustus 2026 mendatang.
Pemilihan Jakarta sebagai tuan rumah kali ini mengulang sejarah Muktamar III tahun 2016 yang kala itu dipusatkan di Asrama Haji Pondok Gede dan dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Masjid Istiqlal.
Jika pada Muktamar III diikuti oleh sekitar 2.500 peserta, pada Muktamar V ini panitia memproyeksikan kehadiran 2.700 peserta dari seluruh pelosok Nusantara.
Jumlah target tersebut sama besarnya dengan total kehadiran saat pelaksanaan Muktamar IV yang terpaksa digelar secara virtual akibat masa pandemi lalu.
“Kita berharap di Muktamar ini kita gaungkan Wahdah Islamiyah sehingga bisa dikenal secara luas di tengah masyarakat,” ujar Ustaz Syaibani Mujiono.
Dalam arahan strategisnya, Ustaz Zaitun Rasmin menekankan bahwa Muktamar kali ini harus menjadi momentum emas yang melahirkan warisan (legacy) nyata bagi umat Islam.
Salah satu agenda besar yang akan diangkat dalam muktamar ini adalah pengukuhan 10.000 Guru Ngaji di seluruh Indonesia.
Selain itu, panitia juga merencanakan untuk menghadirkan kembali Imam Masjidil Haram, sebagaimana keberhasilan pada Muktamar III Jakarta tahun 2016 lalu saat menghadirkan Syekh Hasan Abdul Hamid Bukhari.
Sebelum acara inti dimulai, panitia telah merancang rangkaian kegiatan syiar bertajuk “Semarak Muktamar” yang dibagi menjadi dua fase utama.
