Komisaris PBB: Gaza Tempat Paling Bahaya bagi Jurnalis
Ilustrasi
Gaza (Mediaislam.id) – Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia menyatakan bahwa Jalur Gaza saat ini merupakan “tempat paling berbahaya di dunia bagi jurnalis,” di tengah perang yang terus berlangsung.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kantor Komisaris Tinggi untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) melalui unggahan di platform X, bertepatan dengan peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia pada 3 Mei.
OHCHR menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil langkah konkret, tidak hanya sebatas kecaman dan pernyataan solidaritas, guna memastikan adanya akuntabilitas, perlindungan bagi jurnalis, serta akses independen bagi media internasional ke Jalur Gaza.
Komisaris Tinggi HAM PBB, Volker Türk, menggambarkan situasi di Gaza sebagai “jebakan mematikan bagi media.” Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah memverifikasi kematian hampir 300 jurnalis sejak Oktober 2023, selain banyak lainnya yang mengalami luka-luka.
Angka tersebut mencerminkan risiko ekstrem yang dihadapi para jurnalis dalam menjalankan tugas mereka di tengah konflik. Banyak di antara mereka tetap melaporkan situasi dari lapangan meski menghadapi ancaman nyata terhadap keselamatan jiwa.
Di balik data tersebut, terdapat kisah para jurnalis yang kehilangan rekan kerja, keluarga, bahkan tempat tinggal, namun tetap bertahan demi menyampaikan fakta kepada dunia. Mereka bekerja dalam kondisi minim perlindungan, sering kali tanpa akses terhadap peralatan memadai atau jalur evakuasi yang aman.
Pernyataan PBB ini memperkuat kritik global terhadap tindakan militer Israel yang dinilai tidak memberikan perlindungan yang cukup bagi pekerja media, sebagaimana diatur dalam hukum humaniter internasional.
Komunitas internasional pun didesak untuk tidak lagi berhenti pada kecaman semata, melainkan mengambil langkah nyata guna menghentikan pelanggaran, memastikan perlindungan bagi warga sipil, termasuk jurnalis, serta menegakkan prinsip-prinsip keadilan internasional di tengah konflik yang terus berlangsung.
sumber: infopalestina
