Silaturahim Jadi Kunci Penguatan Ukhuwah Islamiyah

 Silaturahim Jadi Kunci Penguatan Ukhuwah Islamiyah

Ilustrasi

Bandung (Mediaislam.id) – Ketua Aliansi Pergerakan Islam Jawa Barat (API Jabar), Ustaz Asep Syaripuddin, menekankan pentingnya silaturahim sebagai fondasi utama dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah keberagaman umat.

Dalam pemaparannya, Ustaz Asep mengingatkan bahwa umat Islam harus berpegang teguh kepada Al-Qur’an sebagai rujukan utama, khususnya pada perintah untuk bersatu dan tidak bercerai-berai. Ia menjelaskan bahwa persatuan yang dimaksud bukan berarti meniadakan perbedaan, melainkan menyatukan umat dalam ketaatan kepada Allah.

“Perbedaan itu boleh, tetapi jangan sampai menjadi sebab perpecahan. Persatuan yang kuat adalah persatuan dalam ketaatan kepada Allah,” ujarnya dalam sebuah kajian online yang digelar pada Rabu (1/4/2026),

Ia juga mengutip Surah Al-Fath ayat 29 yang menggambarkan karakter umat Islam sebagai tegas terhadap pihak yang memusuhi Islam, namun penuh kasih sayang terhadap sesama. Menurutnya, hal tersebut telah dicontohkan oleh para sahabat Nabi yang memiliki karakter dan latar belakang berbeda, tetapi tetap bersatu.

Lebih lanjut, Ustaz Asep menyoroti fenomena keberagaman kelompok Islam di Indonesia, mulai dari organisasi kemasyarakatan, partai politik, hingga kelompok pergerakan (harakah). Ia menilai keberagaman tersebut seharusnya menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan.

“Perbedaan cara, metode, dan pendekatan dakwah itu wajar. Yang tidak boleh adalah saling melemahkan. Justru harus saling menguatkan,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pemahaman ilmu dalam menyikapi perbedaan, khususnya dalam membedakan antara perkara yang bersifat prinsip (ushul) dan yang bersifat ijtihadi (cabang). Menurutnya, banyak konflik terjadi karena kesalahan dalam memahami perbedaan tersebut.

“Kalau itu wilayah ijtihad, maka ruang perbedaan terbuka. Jangan sampai perbedaan itu membuat kita saling menyalahkan apalagi memecah belah,” jelasnya.

Dalam konteks ini, silaturahim dinilai menjadi sarana penting untuk membangun komunikasi, mempererat hubungan, serta menghindari kesalahpahaman antar kelompok Islam. Ia mencontohkan hubungan baik antara tokoh-tokoh dari berbagai organisasi Islam yang tetap harmonis meski memiliki perbedaan pandangan.

“Dengan silaturahim, yang jauh bisa didekatkan, yang dekat bisa semakin erat. Ini yang harus terus kita bangun,” tegasnya.

Menutup kajiannya, Ustaz Asep mengajak umat Islam untuk terus menjaga persatuan dengan mengedepankan sikap saling menghormati dan bekerja sama dalam hal-hal yang disepakati, serta bijak dalam menyikapi perbedaan.

“Selama perbedaan itu bukan dalam hal prinsip yang sudah disepakati, maka kita harus tetap menjaga ukhuwah. Di situlah pentingnya silaturahim,” pungkasnya. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × one =